Review Film The Snow Queen Mirrorlands
Jaka jarang deh nonton film Eropa. Mungkin enggak dapat aja ya feel-nya kalau nonton film benua itu. Pengecualian buat film-film Inggris lantaran masih masuk.Jarang banget terdapat kartun Eropa yang Jaka lihat.
Bahkan tokoh kartun Eropa misalnya Tin-Tin saat dibawa ke film pun dipindah dikerjakan ke Hollywood.
>Makanya, ketika Jaka diundang nonton sebuah kartun Eropa dan Google kalau film ini protesis Rusia, kaget jua. Gimana nih hasilnya?
Sebuah Kota Penyihir Kecil

Di sebuah kota mini di negeri antah berantah, tinggallah seseorang anak bernama Gerda. Semangat & pula berapi-barah, Gerda suka sedih sendiri. Gerda satu-satunya yg enggak punya kekuatan sihir di keluarganya. Berbagai cara Gerda kerahkan agar dia bisa memunculkan sifat penyihirnya hingga ke dukun. Dukun ala-ala di negeri tersebut.
Di sisi lain, negeri tempat Gerda dikepalai seseorang Raja. Raja Herald. Berkebalikan dengan Gerda, Raja Herald obsess banget sama ilmu kimia dan ilmu pasti. Satu tujuannya, membasmi seluruh penyihir di negerinya.
Akal bulus jahatnya dimulai dengan menculik semua penyihir dan memasukkannya ke dalam penjara Ratu Es. Celakanya, hanya penyihir yang mampu masuk ke penjara ini.
Orang tua & abangnya Gerda terjebak dan tertangkap. Gerda mencoba menolong, tetapi dia enggak mampu. Kan beliau bukan penyihir. Gerda mencari cara supaya mampu menyelamatkan keluarganya, walaupun harus berhadapan menggunakan musuh bebuyutannya, Ratu Es.
Ini Film Sekuel Loh
Jaka enggak tau jikalau ini adalah film sekuel. Bener. Pas pertama kali nonton mungkin akan merasa misalnya film awal mula. Ternyata, ini telah film ke empat menurut seri Snow Queen ini.
Jangan risi karena kalau enggak nonton pun enggak akan merasa ketinggalan. Jaka mampu mengikuti menggunakan mudah kok film ini.
Kesannya apa ya nonton film ini? Mungkin lantaran buatan Eropa, durasinya pun hanya 1 jam 27 mnt, filmnya singkat sekali. Satu hal yg pasti. Filmnya amat sangat to the point. Enggak terdapat perintilan enggak krusial di film ini. Untuk menceritakan, mereka amat efektif.
Ketika Jaka menonton pun, respon penonton pada sebelah Jaka positif lantaran ceritanya cukup menarik. Untungnya untuk yang mau bawa anak mini , karena enggak lama pada pada bioskop, enggak untuk anak-anaknya bosan.
Secara grafis, ya kalah ya menggunakan keluaran studio-studio akbar, akan tetapi gambarnya mulus banget. Warna-warninya pula enak diliat kok.
Akhir Kata
Coba sekali-sekali ganti nonton film keluaran Eropa biar mampu membedakan film-film yang terdapat. Snow Queen Mirrorlands boleh deh jadi keliru satu pertimbangan.
Filmnya amat sangat aman buat semua umur, jadi silakan ajak siapa aja. CGV akan mengeluarkan film ini pada tanggal 8 November 2019, silakan ajak satu rumah ke CGV terdekat.
Buat yang pesaran, Jaka sertakan trailernya di bawah ini!
Comments
Post a Comment