5 Alasan Kenapa Film-Film DC Universe Gak Worth It untuk Kamu Tonton

Kegagalan demi kegagalan terus dirasakan sang DC Extended Universe. Selain ini, masih poly banget alasan lain kenapa film-film menurut shared universi ini nggak layak kamu tonton.

Saat ini, masih ada 2 studio akbar yg bersaing dalam membentuk universe film-film superhero, yakni Marvel dan DC. Sayangnya, hanya Marvel yg dianggap berhasil.

Meskipun mempunyai sejarah yg lebih panjang, nampaknya DC masih belum mampu menemukan formula yang sempurna dalam membangun film shared universe yg baik.

Meskipun banyak film-film dari DC Universe gagal total, namun bukan berarti seluruh produk DC jua gagal, geng. Film-film animasi DC terbukti lebih superior dibanding Marvel.

DAFTAR ISI

  • Alasan Kenapa Film-Film DCEU Nggak Worth It buat Kamu Tonton
    • Karakter yang Terlalu Overpowered
    • Terlalu Terburu-Buru
    • Zack Snyder
    • Cuma Peduli Uang
    • Cerita yang Berantakan

Alasan Kenapa Film-Film DCEU Nggak Worth It buat Kamu Tonton

Sebenarnya ada beberapa film solo DC Universe yg berhasil. Sebut saja Wonder Woman dan Aquaman. Namun, film shared universe-nya malah amburadul banget, geng. Coba, deh nonton Batman v Superman.

Dalam artikel ini, Jaka bakal membahas mengenai lima alasan kenapa film-film berdasarkan **DC Universe itu buruk dan nggak worth it untuk engkau tonton**.

Jaka jua bakal sedikit membandingkannya dengan film-film Marvel Universe agar engkau mampu lebih mengerti disparitas antara 2 universe tadi. Check it out!

1. Karakter yang Terlalu Overpowered

1 C9002

Bukan misteri lagi jikalau DC memang suka membentuk karakter setengah tuhan. Lihat saja Superman, Wonder Woman, Aqua Man, & lain-lain.

Di masa lalu, karakter-karakter super ini sebagai favorit bagi banyak orang. Tetapi, sekarang telah nggak begitu lagi, geng.

Sejak lama , Marvel menemukan bahwa kelemahan seseorang karakter superhero merupakan yg menciptakan jagoan tersebut menjadi spesial .

Sebagai model, kamu mampu nonton balik film yang menceritakan berasal mula Spider-Man, dan penyesalannya atas kematian paman Ben.

Berbeda banget menggunakan karakter DC yg sudah bertenaga menurut awal dan berusaha buat berbaur dengan manusia biasa yang notabene lebih lemah dibandingkan superhero.

Superman merupakan keliru satu karakter jagoan terkuat pada DC. Bisa dikatakan, dia adalah makhluk sempurna yg dapat menuntaskan segala kasus yang terdapat pada hadapannya.

Penikmat film saat ini sudah semakin cerdas. Mereka mencari tokoh film yang mampu relate dengan hal yang mereka alami, dan mereka nggak menemukan hal itu pada karakter Marvel yang maha paripurna.

2. Terlalu Terburu-Buru

2 8c1a4

Film pertama MCU adalah Iron Man yg rilis dalam tahun 2008 lalu. Sebagai bagian dari MCU Phase 1, Marvel menciptakan lima film terlebih dahulu sebelum akhirnya membuat The Avengers.

Dengan backstory yg menarik, pendalaman karakter yang baik, dan permasalahan yg kompleks, Marvel berhasil meracik MCU sedemikian rupa hingga mampu membentuk film shared universe terbaik.

Bandingkan, deh, dengan DC yg berusaha membentuk DC Universe secara terburu-buru. Alih-alih membentuk universe-nya dengan mendalami karakternya satu per satu, DC malah langsung bikin Justice League, geng.

Kebayang, dong, seberapa berantakannya Extended Universe buatan DC ini? Nggak ada pengenalan karakter & perseteruan secara mendalam, tiba-tiba seluruh jagoan langsung dikumpulkan di 1 film yg sama.

Beda banget sama karakter-karakter Marvel pada film Avengers pertama. Kita seluruh telah memahami background masing-masing karakter dan perkara yang mereka alami..

3. Zack Snyder

3 98a0e

Zack Snyder merupakan arsitek menurut fase awal film-film dari DC Extended Universe. Film pertamanya di DCEU, yakni Man of Steel cukup sukses pada Box Office.

Man of Steel yang sukses menggunakan tema lebih dark membuat Snyder tertarik untuk membuat film serupa pada masa depan. Ia berfikir nggak cuma Batman saja yang mampu memakai tema lebih gelap.

Melihat kepopuleran trilogi Batman karya Christopher Nolan, Snyder ditunjuk buat menyutradarai Batman v Superman yang nggak cuma memperkenalkan Batman dalam universe ini, akan tetapi jua Wonder Woman.

Batman v Superman adalah film pertama yg membawa karakter akbar DC Universe dalam 1 layar. Tentunya banyak banget fans DC yg excited, apalagi selesainya melihat kesuksesan Marvel dalam hal serupa.

Sayangnya, sentuhan Snyder yg gelap nggak bisa membangkitkan film ini. Bahkan, Justice League jua gagal total pada tangan Snyder.

Alhasil, Snyder digantikan oleh Joss Whedon, sutradara yang sukses membawa humor-humor kocak sekaligus aksi keren di Marvel Cinematic Universe.

4. Cuma Peduli Uang

4 6c6eb

Mirip seperti perusahaan game yang cuma peduli uang, ternyata Warner Bros selaku pemegang hak DC juga serakah banget, lho, geng.

Warner Bros sudah memiliki DC semenjak tahun 1968. Semua film superhero DC yang tayang adalah milik dari studio Warner Bros.

Para pencipta karakter DC nggak mampu berkreasi sesuai kreatifitas mereka karena mereka nggak diberi kesempatan buat menetapkan cerita superhero tersebut.

Karakter superhero tersebut hanya dijadikan mesin uang oleh Warner Bros. Mereka nggak benar-benar peduli menggunakan karakter, mereka hanya peduli bagaimana karakter ini dapat membentuk uang.

Berbeda dengan Marvel yang awalnya hanya perusahaan kecil. Sebelum MCU, Marvel menjual lisensi atas karakternya pada studio-studio akbar agar sanggup dibuat filmnya.

Hal ini dilakukan lantaran Marvel nggak punya uang, geng. Sebelum dijual pada studio lain, Marvel sudah terlebih dahulu menyebarkan karakternya menggunakan sangat baik.

Pada tahun 2003, Marvel berupaya untuk menghasilkan film superhero sendiri yang akhirnya terlaksana pada tahun 2008 menggunakan hadirnya Iron Man.

Kesuksesan film tadi membuat Disney membeli Marvel pada tahun 2009 dan mewujudkan mimpi Marvel buat menghasilkan sendiri film superheronya.

lima. Cerita yg Berantakan

5 E7a29

Alasan terakhir kenapa film-film DC Universe nggak worth it buat kamu tonton adalah karena jalan ceritanya yg berantakan.

Plot yang terkesan dangkal malah bikin film-film DC jadi seperti film komedi. Coba deh kamu ingat salah satu adegan antiklimaks pada film superhero terburuk, Batman v Superman.

Superman yg sekarat lantaran kalah bertarung menggunakan Batman kemudian memintanya buat menyelamatkan Martha, ibunya. Batman yang jua memiliki mak menggunakan nama Martha pun kaget.

Perseteruan serta dendam yg menggebu-gebu seketika hilang karena mereka berdua mempunyai bunda menggunakan nama yang sama. Kacau banget, deh, pokoknya.

Akhir Kata

Demikian artikel Jaka tentang lima alasan kenapa film-film DC Extended Universe nggak worth it buat engkau tonton.

Padahal, bila digarap dengan lebih serius, kepopuleran DC dijamin bakal mengalahkan Marvel.

Menurut kamu, sanggup nggak film DCEU pada masa depan mengalahkan dominasi Marvel Cinematic Universe? Tulis jawaban dan alasanmu pada kolom komentar ya, geng.

Kamu Mau Nonton Justice League Tonton Ini Dulu!

Comments

Popular posts from this blog

7 Kartu Pokemon yang Paling Overpowered Menang Dalam Sekejap!

7 Karakter Cowok Anime yang Dicintai Banyak Wanita Harem Tingkat Dewa!

7 Desain Ulang Kostum Superhero yang Paling Ikonik Hulk Dulunya Warna Abu-Abu!