7 Game Pokemon Terburuk Sepanjang Masa Sword dan Shield Temasuk?
Sebagai keliru satu franchise game tersukses pada sejarah, mungkin kalian menganggap kalau seri Pokemon itu penuh menggunakan game-game berkualitas.
Sayangnya, popularitas itu bukan penanda kualitas, geng, lantaran di jaman sekarang juga poly banget konten berkualitas rendah yang berhasil membentuk poly uang.
Tentunya terdapat game Pokemon yang memang berkualitas tinggi tapi menggunakan jumlah game lebih dari 100, hampir tidak mungkin semuanya layak dimainkan.
7 Game Terburuk pada Franchise Pokemon
Pada dasarnya, game di seri Pokemon itu dibagi menjadi 2 jenis, game RPG seri utama seperti Pokemon Red/Blue & Pokemon Sword/Shield & spinoff misalnya Pokemon Ranger.
Secara generik, game yg tergabung pada seri utama itu umumnya mempunyai kualitas pada atas homogen-rata meskipun terdapat beberapa dispensasi.
Masalahnya terdapat di game spinoff yang jumlahnya banyak banget dan sering dibentuk hanya untuk cari laba menggunakan memakai reputasi Pokemon, geng.
Nah, di kesempatan ini, Jaka mau membahas 7 game terburuk pada franchise Pokemon versi kritikus game dan netizen. Jadi bukan dari rating ya, geng!
1. Pokemon GO

Sebagai contoh utama kalau popularitas itu nggak bisa dijadikan tolak ukur kualitas, kalian mampu lihat perkara game spinoff Pokemon GO.
Dengan memanfaatkan nostalgia, hype, dan gimmick teknologi augmented reality (AR), Pokemon GO berhasil memecahkan poly rekor download dan pendapatan buat sebuah game mobile.
Tapi jikalau kita objektif, sebenarnya Pokemon GO itu nggak berkualitas, geng, lantaran memiliki gameplay yg sangat dangkal dan memiliki banyak perkara teknik saat dirilis.
Developer Niantic sudah mengeluarkan majemuk update misalnya Trainer Battle yang membuat game ini setidaknya sedikit lebih menarik.
dua. Pokemon Sword & Shield
Ini kasus yg menarik lantaran sebenarnya game ini nggak buruk-tidak baik banget akan tetapi ketika dibandingkan dengan ekspektasi yang tinggi, game ini memang sangat buruk, geng.
Sebagai game Pokemon seri primer yang dirilis di konsol tempat tinggal , Pokemon Sword & Shield untuk Nintendo Switch telah sangat diantisipasi sang fans seri Pokemon.
Dengan jumlah Pokemon yg sedikit (400 menurut 890), area dungeon yg terlalu mudah, & global yang terkesan besar tapi hampa, Pokemon Sword & Shield mempunyai banyak kasus.
Memang area Galar yg terinspirasi menurut Inggris sangat lezat dicermati akan tetapi sayangnya, game ini hanya memanjakan mata akan tetapi nggak mempunyai hakikat seperti selebgram ibukota.
Game Pokemon Terburuk Lainnya...
3. Hey You, Pikachu!

Ide menurut game spinoff Hey You, Pikachu! yang keluar buat konsol Nintendo 64 sebenarnya menarik akan tetapi sayangnya teknologinya nggak mendukung.
Game ini memiliki konsep misalnya Tamagotchi pada mana pemain ditugaskan oleh Professor Oak buat bergaul dengan Pikachu.
Menggunakan peripheral tambahan bernama Voice Recognition Unit (VRU), pemain dapat berkomunikasi dengan Pikachu menggunakan bunyi mereka.
Sayangnya, teknologi voice recognition pada masa itu masih sangat buruk, geng. Jadi kalian wajib tak jarang mengulang apa yang kalian katakan sampai bunyi kalian habis.
4. Pokemon Battle Revolution

Game spinoff Pokemon Battle Revolution tergabung ke seri Pokemon Stadium yang acapkali diklaim menjadi salah satu seri spinoff Pokemon terbaik.
Sayangnya, game yg keluar buat Nintendo Wii ini menghilangkan beberapa fitur yg ada di pendahulunya, Pokemon Colosseum.
Selain itu, Pokemon Battle Revolution terlalu mengandalkan fitur koneksi menggunakan Pokemon Diamond & Pearl pada handheld Nintendo DS, geng.
apabila kalian nggak memiliki Pokemon Diamond & Pearl, nggak poly hal yg kalian sanggup lakukan pada game ini selain menghambur-hamburkan uang saja.
5. Pokemon Mystery Dungeon: Gates to Infinity

Berbeda dengan seri Pokemon utama, di seri spinoff Mystery Dungeon, kamu bermain menjadi seseorang insan yang tiba-datang berubah sebagai Pokemon, geng.
Seri Mystery Dungeon memiliki genre dungeon crawler pada mana kamu dan partner Pokemon kamu menjelajahi beberapa tempat berbahaya untuk merampungkan misi.
Awalnya, seri ini mempunyai respon yg tidak mengecewakan positif, namun Gates of Infinity yg keluar buat handheld Nintendo 3DS memiliki beberapa kekurangan.
Salah satunya adalah jumlah Pokemon yang malah lebih sedikit dibandingkan pendahulunya yang sebenarnya adalah nilai jual primer dari seri ini.
6. Pokemon Rumble Blast
Seri spinoff Pokemon Rumble mempunyai inspirasi yang sangat simpel yg menggabungkan gameplay keroyokan ala Dynasty Warriors menggunakan dunia Pokemon.
Sayangnya, eksekusinya tidak baik karena Pokemon Rumble mempunyai gameplay yg sangat dangkal dan terlalu membosankan.
Hal ini nggak perkara lantaran Pokemon Rumble adalah game ringan yang dijual menggunakan harga murah akan tetapi sekuel Pokemon Rumble Blast buat Nintendo 3DS dirilis sebagai game akbar, geng.
Masalahnya, Pokemon Rumble Blast masih mempunyai gameplay yang terlalu mudah yg membuatnya menjadi galat satu game Pokemon terburuk.
7. Pokemon Dash

Banyak game spinoff Pokemon yg mengusung aliran selain RPG dan salah satunya adalah game balap lari Pokemon Dash yg dirilis buat handheld Nintendo DS.
Seperti poly game spinoff Pokemon, Pokemon Dash mempunyai pandangan baru menarik yang sayangnya dieksekusikan menggunakan sangat jelek.
Di sini engkau sayangnya hanya mampu memilih buat bermain sebagai Pikachu dan kamu harus men-swipe touchscreen pada arah yang diinginkan berulang-ulang buat menggerakkan Pikachu.
Kita main game itu intinya untuk bisa bahagia-senang tanpa wajib capek, geng. Tapi pada Pokemon Dash, dijamin tangan kamu akan pribadi pegel-pegel dalam ketika 30 mnt saja.
Akhir Kata
Itulah, geng, daftar 7 game terburuk di franchise Pokemon dari Jaka. Mirisnya, hanya dengan bermodal nama Pokemon, poly game di atas yg permanen sukses di pasaran.
Yang bikin kesel, poly game pada atas yg sebenarnya mempunyai ide menarik tapi dieksekusikan dengan sangat jelek karena memang developer hanya ingin cari duit.
Apakah kalian setuju dengan pilihan Jaka buat game Pokemon terburuk? Atau dari kalian ada game lain yang pantas masuk di sini? Share pada kolom komentar ya!
Comments
Post a Comment