7 Film yang Direvisi Karena Mendapat Protes & Kritik Pedas Sonic Termasuk!
Di kesempatan sebelumnya, Jaka sempat membahas game yg direvisi lantaran amukan netizen. Hal ini memang tidak mengecewakan baru pada dunia video game, tapi ternyata ini hal yang tidak mengecewakan masuk akal di global film loh.
Sebelum film dirilis ke publik, umumnya melalui proses yang dianggap menjadi test screening di mana beberapa orang dipilih buat menonton film tersebut.
>Nah, respons dari penonton terpilih tadi umumnya dipakai buat masukan, geng, dan nggak sedikit film yang direvisi karena adanya respons tidak baik dari penonton.
DAFTAR ISI
- Film yang Direvisi Lantaran Mendapat Respons Buruk
- Sonic the Hedgehog (2020)
- Gravity (2013)
- Titanic (1997)
- Scott Pilgrim vs. The World (2010)
- Goodfellas (1990)
- Pretty Woman (1990)
- E.T. The Extra-Terrestrial (1982)
7 Film yang Direvisi Karena Mendapat Respons Buruk
Berkat budget film yg sekarang telah meledak, tentunya studio film harus melakukan apapun buat menghindari kerugian menurut film gagal.
Makanya, proses test screening itu kini dipercaya sangat penting supaya studio film sanggup mengubah bagian film yg kurang disukai.
Bahkan ada juga loh, geng, film yang sampai dirubah waktu trailer dari film menerima reaksi yang sangat tidak baik.
Nah, di sini Jaka mau share daftar 7 film yang direvisi karena mendapat respons tidak baik!
1. Sonic the Hedgehog (2020)

Ini nih film yang sempat ramai dibicarakan saat trailer pertama dari film ini menjadi target amukan netizen di April 2019 lantaran desain Sonic yang dipercaya mengerikan.
Film Sonic the Hedgehog yang awalnya dijadwalkan buat dirilis di bulan November akhirnya diundur ke Februari 2020 ad interim filmnya dirombak.
Akhirnya, trailer ke 2 film ini keluar pada bulan November menggunakan desain Sonic yg sudah direvisi menjadi lebih seperti menggunakan desain Sonic di game.
Desain Sonic yg baru ini, beserta penampakan Jim Carrey menjadi Dr. Robotnik, akhirnya menuai poly sambutan hangat berdasarkan publik, geng.
2. Gravity (2013)
Film yg berhasil memberikan Piala Oscar buat sutradara Alfonso Cuaron ini jua ternyata menerima reaksi tidak baik waktu test screening loh.
Gravity dipercaya terlalu membosankan & penonton kurang mampu bersimpati dengan krisis yg dialami sang karakter Ryan (Sandra Bullock).
Tapi Cuaron nggak menyerah, geng, & malah menambahkan CGI yang digunakan pada film buat menciptakan penonton merasakan sensasi terdampar pada luar angkasa.
Akhirnya, ketika cuplikan output akhir film ini diperlihatkan ke publik dalam program San Diego Comic-Con, film ini menerima sambutan meriah.
tiga. Titanic (1997)

Titanic merupakan keliru satu film dengan pendapatan terbesar pada dunia yg berhasil memenangkan 11 Piala Oscar, namun film ini awalnya juga menerima respons yg kurang baik.
Secara garis besar , penonton menyukai film ini tapi durasinya yang hampir 4 jam menjadi kasus bagi penonton.
Akhirnya, pengarah adegan James Cameron memotong beberapa adegan di film yg akhirnya berujung ke durasi akhir selama tiga jam 15 menit.
Memang masih terhitung lama , geng, tapi nyatanya film ini berhasil menerima sambutan hangat berdasarkan kritik & publik yang penuh dengan adegan ikonik.
4. Scott Pilgrim vs. The World (2010)

Film yang disesuaikan berdasarkan graphic novel berjudul sama ini merupakan film yg unik karena dievaluasi berhasil membawa elemen komik ke global film.
Tapi awalnya film ini menerima reaksi jelek, geng, yang ditimbulkan oleh ending film di mana Scott (Michael Cera) memilih buat bersama Knives Chau (Ellen Wong).
Padahal, film ini kan menceritakan petualangan Scott pada mengalahkan 7 mantan Ramona (Mary Elizabeth Winstead) untuk sanggup berkencan dengannya.
Akhirnya, sutradara Edgar Wright tetapkan untuk merekam ending baru pada mana Scott berakhir bersama Ramona yg sebenarnya jua sinkron menggunakan cerita di graphic novel aslinya.
5. Goodfellas (1990)

Film dari pengarah adegan Martin Scorsese yang pernah mengkritik Marvel ini acapkali disebut sebagai salah satu film terbaik sepanjang masa, geng.
Scorsese sendiri sebenarnya tidak setuju dengan praktek test screening akan tetapi Warner Bros mengharuskan proses tadi lantaran ini adalah film terbesar yang pernah dibentuk Scorsese.
Seperti Titanic, penonton secara garis besar menyukai film ini akan tetapi mereka menganggap babak ketiga film ini terlalu panjang & penuh dengan adegan yang agak menggangu.
Akhirnya, Scorsese memotong beberapa adegan tadi dan film yang didasari berdasarkan kisah nyata ini sampai sekarang masih banyak dipuji.
6. Pretty Woman (1990)
Film yg berhasil meluncurkan karir Julia Roberts ini pula dalam awalnya memiliki ending yang jauh lebih kelam.
Aslinya, kisah cinta antara pengusaha Edward (Richard Gere) & Pekerja Seks Komersial Vivian (Julia Roberts) berakhir tidak baik.
Tapi, melihat kecocokan antara Gere & Roberts, Disney meminta buat pilihan beberapa ending yg akan ditentukan berdasarkan test screening.
Penonton ternyata lebih senang ending senang antara Edward dan Vivian yang akhirnya menjadi ending resmi film waktu dirilis ke publik.
7. E.T. The Extra-Terrestrial (1982)

Film famili karya sutradara Steven Spielberg ini sekarang telah sebagai salah satu film keluarga ikonik akan tetapi film ini awalnya mempunyai ending yang bikin depresi, geng.
Awalnya, Spielberg berencana buat menciptakan karakter alien E.T. mangkat sebelum keluarga Elliott (Henry Thomas) berhasil memulangkan E.T.
Dapat ditebak, ending ini menerima reaksi yg sangat jelek saat test screening yg menciptakan Spielberg mengubah ending film ini pada mana E.T. Berhasil terbang dari bumi.
Proses test screening pada sini terbukti sukses lantaran film ini adalah galat satu film yang selalu berhasil bikin Jaka nangis bombay.
Akhir Kata
Itulah, geng, daftar 7 film yang direvisi karena mendapat respons awal yg tidak baik. Hal ini jua menerangkan bila pengarah adegan handal terkadang sanggup sangat salah kaprah.
Coba bayangkan kalau Spielberg memakai ending yg beliau inginkan buat film E.T. Karena sanggup saja dia nggak akan sesukses sekarang.
Apakah kalian sudah pernah menonton film di atas? Bagaimana pendapat kalian tentang perubahan tadi? Share pada kolom komentar ya!
Comments
Post a Comment