7 Film Anime Terbaik Selain Film dari Studio Ghibli Selevel Dengan Miyazaki!
Jepang memang sudah identik banget menggunakan anime, geng, dan bahkan, seri anime mecha Gundam dianggap sebagai galat satu ikon kenegaraan Jepang.
Dan bila sedang menyampaikan film anime, pikiran kita niscaya jatuh ke Studio Ghibli, galat satu studio film animasi yg paling terkenal pada dunia.
Dengan kualitas animasi hand drawn yg sudah menjadi khas Ghibli, studio ini mempunyai reputasi yang sangat tinggi, akan tetapi masih poly film anime berkualitas yang bukan buatan Ghibli.
DAFTAR ISI
- Film Anime Terbaik Selain Film Ghibli
- Akira (1988)
- Ghost in the Shell (1995)
- Millennium Actress (2002)
- A Letter to Momo (2011)
- Wolf Children (2012)
- Your Name (2016)
- In This Corner of the World (2016)
7 Film Anime Terbaik Selain Film Ghibli
Sudah nggak sanggup dipungkiri bila film Ghibli seperti Spirited Away dan Nausicaa memang harus tonton bagi penggemar film.
Tapi global film anime itu sangat luas, & pada beberapa tahun terakhir saja, timbul beberapa sineas yg diklaim menjadi penerus Hayao Miyazaki, keliru satu pendiri Ghibli.
Nah, di kesempatan ini, Jaka mau membahas 7 film anime terbaik selain film Ghibli yg mencakup film dari sineas-sineas tadi.
1. Akira (1988)

Akira adalah film science fiction yang diadaptasi dari manga berjudul sama yang dibentuk oleh Katsuhiro Utomo yang jua bertugas sebagai pengarah adegan pada film ini.
Film ini bercerita mengenai kisah Kaneda dan temannya, Tetsuo, yang memperoleh kekuatan psikis selesainya terlibat dalam kecelakaan.
Akira menuai poly kebanggaan atas gambaran kota Tokyo masa depan yg sangat mencengangkan dan kini dipercaya sebagai film krusial pada aliran cyberpunk.
Perlu dicatat, geng, kalau film Akira nggak pantas buat konsumsi anak-anak karena mengandung poly adegan kekerasan dengan cerita dan tema yg kompleks.
dua. Ghost in the Shell (1995)

Ghost in the Shell adalah satu dari banyaknya anime science fiction yang ada berkat pengaruh & kesuksesan film Akira.
Film ini bercerita mengenai Motoko Kusanagi, sebuah cyborg yg bekerja di bawah pemerintah Jepang di masa depan yang mulai mempertanyakan kemanusiaannya.
Seperti Akira, film ini mendapat poly pujian berkat visualnya yang menggabungkan antara animasi hand drawn tradisional dengan CGI.
Lantaran mengusung tema & cerita eksistensial yang sangat kompleks dan penampilan karakter Motoko yang sangat 'terbuka', film ini jua nggak cocok buat anak-anak.
3. Millennium Actress (2002)
Millennium Actress adalah film anime karya almarhum Satoshi Kon, pengarah adegan ternama yg seringkali memakai elemen surealis di filmnya.
Film ini bercerita tentang aktris Chiyoko Fujiwara yg sedang menceritakan kisah hidupnya di tengah sebuah wawancara.
Seperti yang telah menjadi spesial mendiang Satoshi Kon, film ini mulai berubah surealis waktu masa kemudian Chiyoko bercampur dengan film yang pernah dibintangi olehnya.
Elemen surealis yg seringkali digunakan Satoshi Kon memang membuat film buatannya relatif sulit dicerna akan tetapi hal itulah yang menciptakan figur yg satu ini poly dipuji pada dunia film.
4. A Letter to Momo (2011)

A Letter to Momo adalah film anime yg menggabungkan global konkret menggunakan global supranatural misalnya yg poly ditemukan di film Studio Ghibli.
Film ini bercerita mengenai Momo yang pindah menurut Tokyo ke pulau mini bernama Shiojima selesainya kematian ayahnya.
Di pulau tadi, beliau bertemu menggunakan trio Yokai konyol, Iwa, Kawa, dan Mame yg awalnya cuma jadi beban akan tetapi ternyata mempunyai interaksi menggunakan Momo dan ayahnya.
Mengikuti jejak Ghibli, film ini masih bisa menghibur anak-anak sekaligus memberikan cerita yang dijamin sanggup menyentuh hati orang dewasa.
5. Wolf Children (2012)

Jujur, Jaka sanggup saja mengisi daftar ini hanya dengan film karya Mamoru Hosoda akan tetapi buat variasi, Jaka menetapkan buat memilih satu film saja yaitu Wolf Children.
Film ini bercerita mengenai kisah Hana, seseorang wanita yang jatuh cinta menggunakan seseorang manusia serigala dan anak mereka berdua, Yuki & Ame.
Tapi, nasib malang menimpa pasangan tersebut dan Hana terpaksa pindah ke pedalaman buat mengasuh Yuki dan Ame yang memiliki perkara mereka masing-masing.
Menggabungkan elemen coming of age dengan drama keluarga, film ini mampu mengimbangi kualitas film Miyazaki & berhasil bikin Jaka nangis bombay waktu pertama nonton.
6. Your Name (2016)

Sutradara Makoto Shinkai sudah memiliki serangkaian karya berkualitas menurut awal abad ke-21 akan tetapi popularitasnya meledak berkat film Your Name.
Film ini menceritakan kisah Mitsuha, seorang cewek yang tinggal di pedalaman yang tiba-tiba mulai bertukar tubuh dengan Taki, seseorang cowok yang tinggal pada Tokyo.
Mereka mulai berkomunikasi dengan cara saling meninggalkan pesan tapi suatu hari, Mitsuha menghilang & mereka berdua berhenti bertukar tubuh yg mendorong Taki untuk mencari Mitsuha.
Meskipun mengusung kisah romance yg konvensional, cerita Taki & Mitsuha dibalut dengan beberapa wangsit menarik, geng, yg dijamin bakal menyentuh hati kalian.
7. In This Corner of the World (2016)
In This Corner of the World merupakan film yang memberitahuakn efek perang pada warga biasa yg bertempat pada Jepang pada Perang Dunia dua protesis Sunao Katabuchi.
Film ini bercerita tentang Suzu, sebuah gadis yang hayati di tengah kemunduran Jepang di Perang Dunia dua & film ini jua unik lantaran mendeskripsikan langsung pengaruh bom atom pada Hiroshima.
Sangat sedikit film yg menceritakan impak menurut bom atom karena dianggap menjadi topik yang agak tabu di Jepang yang menciptakan film ini harus ditonton.
Fumiyo Kono, penulis manga yang sebagai dasar film ini juga pernah menciptakan manga yang mempunyai tema yg sama, Town of Evening Calm, Country of Cherry Blossoms.
Akhir Kata
Itulah, geng, daftar 7 film anime terbaik selain buatan Ghibli menurut Jaka. Kalau kalian merasa ini belum relatif, kalian sanggup coba cek nama sutradara yang Jaka telah sebut pada sini.
Jaka akui, ada beberapa film pada sini yg mengusung tema yang acapkali diangkat sang Miyazaki & Ghibli karena poly yg memang terinspirasi pribadi menurut mereka.
Tapi hal ini nggak membuat film pada atas buruk kok, lantaran semua film di atas mempunyai kualitas yang patut dipuji pula.
Apakah kalian pernah menonton film-film di atas? Atau kalian punya rekomendasi film lain? Share di kolom komentar ya, geng!
Comments
Post a Comment