7 Game Terkenal yang Mendapatkan Respon Negatif Cuma Aji Mumpung?
Ketika sebuah game dirilis, akan muncul reviewer yang akan menilai game tadi pantas buat dimainkan atau nir.
Ada yang menerima respon positif, ada yang harus rela mendapat gamenya dicap jelek. Game-game berdasarkan waralaba populer pun relatif acapkali menerima ulasan tidak baik.
Nah, kali ini Jaka akan kasih engkau daftar game populer yg menerima respon negatif menurut kritikus game dan pemain!
Game Terkenal dengan Rating Buruk
apabila sebuah game sudah mendapatkan popularitasnya, akan timbul sekuelnya secara terus-menerus. Tak salah bila Mario mempunyai judul game hinggga 400 lebih.
Nah, pada antara banyaknya sekuel, spinoff, remake, dan lain sebagainya, terselip game-game flop yang dipercaya sangat jelek.
Tidak hanya memanfaatkan nama besar waralaba, terdapat pula game yang memanfaatkan nama besar sang pembuat game atau serial televisi yg sedang terkenal.
Dilansir menurut aneka macam asal, inilah daftar game terkenal menggunakan repson negatif!
1. Final Fantasy XIV (2010)
Sumber foto: Instant GamingWaralaba Final Fantasy sering dianggap menjadi keliru satu yg tersukses sepanjang masa. Setidaknya ada 100 judul game Final Fantasy, pada mana 15 di antaranya merupakan game primer.
Tapi enggak semua game Final Fantasy mendapatkan respon positif, geng. Final Fantasy XIV wajib menerima fenomena tidak baik tadi.
Game bergenre MMORPG ini dirilis pada tahun 2010. Di awal perilisannya, game ini sudah menerima ulasan yang buruk.
Final Fantasy XIV dipercaya mempunyai gameplay yg berat, kontrol tidak baik, dan antarmuka permainan yg membingungkan.
Ada yang beranggap hal tadi sanggup terjadi lantaran game ini terlalu berfokus pada kualitas grafisnya. Game ini hanya menerima nilai 49/100 berdasarkan Metacritic.
CEO Square Enix sampai mengeluarkan pernyataan minta maaf & mematikan server game hingga membuat versi pembaruannya, Final Fantasy XIV: A Realm Reborn.
2. Call of Duty: Black: Declassified (2012)
Sumber foto: PolygonGame FPS Black Ops: Declassified adalah bagian berdasarkan waralaba raksasa Call of Duty (CoD). Game ini dirilis buat platform PlayStation Vita dalam tahun 2012.
Walaupun menyandang nama akbar CoD, game ini dihujat habis-habisan. Kontrol permainannya yang berbasis sentuhan dipercaya aneh dan buruk.
Campaign utamanya terlalu singkat, musuh AI yang mengecewakan, dan mode jaringan yg tidak mampu diandalkan. Bahkan terdapat yg menduga game ini sebagai aib waralaba CoD.
Banyak situs yg menaruh nilai rendah, seperti GameRankings hanya memberikan 33,21% dan Metacritic hanya berkenan menaruh nilai 33/100.
3. SimCity (2013)
Sumber foto: RedditElectronic Arts atau EA terkenal menjadi keliru satu developer game terbesar di dunia. Salah satu ciptaannya adalah game SimCity yg dikembangkan beserta Maxis.
Game membangun kota ini dilengkapi dengan fitur online yg memungkinkan kita buat beinteraksi dengan pemain lain.
Game ini nir mempunyai mode offline sebagai akibatnya harus selalu terhubung dengan internet. Baik, poly game yg misalnya itu juga, bukan?
Masalahnya, server game ini sering melebihi kapasitas sebagai akibatnya pemain kesusahan buat bisa login ke dalam game. Pihak Maxis dalam akhirnya mampu menyelesaikan kasus server ini.
Walaupun begitu, terdapat kekurangan lain dari game ini, seperti tidak adanya fitur AI yg telah usang dijanjikan sampai kesusahan mendapatkan lahan yang tersedia untuk membentuk.
Pada akhirnya, pihak pengembang menetapkan buat menambahkan mode offline yg awalnya dianggap nir sinkron dengan visi mereka.
Yang menyedihkan, kegagalan game ini menciptakan EA tetapkan buat menutup studio utama Maxis.
4. The Walking Dead: Survival Instinct (2013)
Sumber foto: GameStopThe Walking Dead merupakan salah satu serial televisi paling sukses yang mendapatkan banyak penggemar. Tak salah apabila ada developer yang tertarik buat mengadaptasinya menjadi sebuah game.
Maka pada 2013, rilislah game The Walking Dead: Survival Instinct yg dikembangkan sang Terminal Reality. Game ini bertindak sebagai prekuel berdasarkan serial televisinya.
Sayangnya, game ini mendapatkan kritik karena prosedur permainannya yg hancur, grafis yang buruk, alur cerita yg kurang, sampai tidak mampu memenuhi ekspetasi penggemar.
Maka menurut itu, game ini dianggap menjadi upaya setengah-matang yg berusaha menghadirkan kesan menyeramkan dari seri televisi. Pada Metacritic, game ini hanya mendapatkan skor 32/100.
5. Umbrella Corps (2016)
Sumber foto: PC GamerKalau engkau tak jarang main game Resident Evil, pasti pernah mendengar yg namanya Umbrella Corps. Yups, game ini memang spinoff dari waralaba game terkenal tadi.
Dirilis buat PlayStation 4 & PC, game ini ternyata mempunyai mekanisme permainan yg tidak baik. Bahkan, game ini dipercaya tidak memahami apa yg diinginkannya.
Seorang reviewer dari IGN menaruh nilai tiga.8/10. Reviewer lain berdasarkan GameSpot hanya memberi nilai 3/10.
Secara generik, game ini dianggap menjadi game menurut waralaba Resident Evil yg akan mudah dilupakan.
6. Fallout 76 (2018)
Sumber foto: EngadgetFallout 76 adalah game action role-playing yang merupakan bagian berdasarkan seri Fallout yang terkenal & dikembangkan sang Bethesda Game Studios.
Game ini dalam awalnya disiapkan sebagai game Fallout pertama yg sepenuhnya online & mendukung fitur multiplayer.
Banyak kritikus dan pemain yang kecewa karena apa yg dipresentasikan saat ajang E3 2018 benar-benar tidak selaras ketika game ini telah dirilis.
Game ini dipercaya mempunyai narasi cerita yang lemah & mode multiplayernya mempunyai elemen kooperatif yang rendah.
Tidak hanya itu, game ini juga mempunyai poly sekali bug & glitch yang mengganggu. Keluhan lainnya adalah betapa mahalnya harga item yang ada di dalam permainan.
7. Death Stranding (2019)
Sumber foto: GameSpotGame terakhir yg ada di daftar ini adalah Death Stranding yang baru saja dirilis tahun ini. Yang membuat game ini hype adalah perancang gamenya, Hideo Kojima.
Ia terkenal karena poly game buatannya sebagai favorit para pemain game & yang paling populer tentu saja Metal Gear Solid.
Karya terbarunya adalah Death Stranding. Sayang, tidak semua pihak merespon kehadiran game ini menggunakan positif.
Seperti yang dilakukan oleh IGN yang memberi rating 6.8/10 karena game ini dianggap membosankan dan berjalan menggunakan sangat lambat.
Hal ini memang sejalan menggunakan market pasar Amerika yang lebih menyukai game FPS dengan tempo yg cepat. Selain itu, Kojima dipercaya terlalu serius pada sinematik game karena banyaknya cutscene yang bermunculan.
Bahkan ada yang menuduh game ini hanya memanfaatkan reputasi Hideo Kojima beserta para fansnya yang dianggap terlalu hiperbola.
Akhir Kata
Tidak sanggup dipungkiri bahwa developer game harus terus menghasilkan uang dengan terus menghasilkan game-game baru.
Banyak sekali waralaba game yang terlihat nir akan pernah berakhir. Game-game tersebut sebagai sapi perah perusahaan demi mengeruk keuntungan yang sebanyak-besarnya.
Akibatnya, banyak game-game yg gagal & mendapat kritikan tajam. Tak sedikit yg menganggap mereka hanya aji mumpung semata.
Menurutmu gimana, geng? Tulis di kolom komentar, ya!
Comments
Post a Comment