Konspirasi! Inilah 7 Film Buruk yang Memenangkan Piala Oscar sebagai Film Terbaik
Academy Awards adalah sebuah event penghargaan film yg paling bergengsi di global. Acara yang memperebutkan piala Oscar tadi sudah berlangsung sejak tahun 1929.
Banyak banget kategori-kategori yg dilombakan pada festival film terbesar pada global tersebut. Namun, nggak ada yang lebih bergengsi dibandingkan penghargaan Film Terbaik.
>Film-film terbaik bakal dikurasi dan dirundingkan oleh para juri buat menemukan mana yang paling baik. Namun, nggak semua keputusan juri dipercaya sempurna.
DAFTAR ISI
- Film Buruk yg Memenangkan Piala Oscar
- Shakespeare in Love (1998)
- Crash (2005)
- Dances with Wolves (1990)
- Argo (2012)
- Chicago (2002)
- The King's Speech (2010)
- Titanic (1997)
7 Film Buruk yang Memenangkan Piala Oscar
Pandangan kritikus dan penikmat film nggak selalu sama. Terkadang terdapat film yang disukai penonton namun mendapat review jelek berdasarkan kritikus. Begitupun kebalikannya.
Beberapa film yg ada pada daftar ini adalah pemenang-pemenang Oscar. Sayangnya, keputusan juri memenangkan film-film tersebut dianggap nggak tepat.
Dalam artikel ini, Jaka bakal kasih tahu engkau tentang 7 film tidak baik yg seharusnya nggak memenangkan Oscar. Penasaran? Yuk intip, geng!
1. Shakespeare in Love (1998)

Shakespeare in Love adalah sebuah film drama sekaligus biografi dari penyair dan penulis populer, William Shakespeare.
Film ini menceritakan romansa Shakespeare sekaligus awal mula beliau menuliskan drama terpopuler sepanjang masa, Romeo & Juliet.
Ketika dinominasikan Oscar, film ini bersaing menggunakan film Saving Private Ryan. Meskipun rupawan, namun permanen saja Saving Private Ryan lebih cantik, geng.
Sayangnya, Shakespeare in Love malah yang meraih piala Oscar. Kita mampu lihat sendiri film manakah yang hingga kini masih dikenang poly orang.
2. Crash (2005)

Banyak yg bilang jika film Crash merupakan film terburuk pada sejarah yg pernah memenangkan piala Oscar. Bahkan, film ini sama sekali nggak dinominasikan pada Golden Globe Award.
Kritik atas film ini terbagi 2. Ada yg bilang jika film ini merupakan film terburuk di athun baru 2000-an, tetapi kritikus malah bilang ini adalah film terbaik pada tahun 2005.
Banyak yg bilang kalau Crash menang lantaran nominasi film lainnya, Brokeback Mountain, mengangkat tema homoseksual yg ketika itu masih dianggap tabu oleh masyarakat.
tiga. Dances with Wolves (1990)

Dances with Wolves merupakan film yg disutradarai sekaligus dibintangi oleh Kevin Costner. Film ini menjadi puncak tertinggi dalam karir aktor tadi.
Mengangkat cerita tentang seseorang prajurit perang sipil era kemerdekaan Amerika yg berteman dengan suku Indian. Sayangnya, banyak orang Indian yg merasa film ini nggak akurat pada menggambarkan kultur mereka.
Film Goodfellas yang disutradarai sang Martin Scorsese dipercaya lebih layak memenangkan Oscar di tahun itu. Sayangnya, film tersebut nggak hoki, geng.
4. Argo (2012)

Sama misalnya film sebelumnya, Argo yg dirilis dalam 2012 merupakan film yang dibintangi sekaligus disutradarai oleh 1 orang, yakni Ben Affleck.
Argo mengangkat kisah nyata mengenai penyelamatan 6 warga Amerika pada Teheran tahun '80-an yg kala itu sedang kemelut. Meskipun menang Oscar, tetapi poly yang menganggap film ini biasa saja.
Budget-nya pun nggak seheboh film lainnya yang memenangkan piala Oscar. Di lain sisi, film Zero Dark Thirty yang dibuat menggunakan lebih niat justru nggak memenangkan Oscar.
5. Chicago (2002)
Film drama musikal yang sempat tenggelam akhirnya terkenal lagi di era 2000-an akibat kemenangan film Chicago menjadi film terbaik Academy Awards.
Chicago berhasil memenangkan 6 Oscar, termasuk penghargaan film terbaik. Sayangnya, banyak juga, lho, yang nggak setuju menggunakan kemenangan Chicago.
Film The Pianist yang kalah bersaing menggunakan Chicago pada perebutan penghargaan film terbaik dianggap lebih layak memenangkan film terbaik.
Kisah yg menyentuh arahan sutradara Roman Polanski, serta akting totalitas Adrien Brody berhasil membawa The Pianist memenangkan Sutradara dan Aktor Terbaik.
6. The King's Speech (2010)
The King's Speech menceritakan Raja George ke-6 yg mengikuti terapi untuk menghilangkan gangguan bicaranya demi menaruh pidato kebangsaan yg menggugah warga .
Jujur, meskipun akting Collin Firth rupawan banget, sebenarnya film ini mengangkat cerita yang biasa saja. Film ini lalu dibandingkan dengan The Social Network.
Film yg menceritakan jatuh bangun Mark Zuckerberg pada membentuk media sosial Facebook dinilai memiliki jalan cerita yang lebih menarik meskipun gagal memenangkan Oscar.
7. Titanic (1997)
Siapa, sih, yang nggak tahu tentang film tragedi yg satu ini? Terinspirasi menurut peristiwa asli, film Titanic bisa memukau para penonton & kritikus dengan drama yg mendayu-dayu.
Kemenangan Titanic merupakan peristiwa langka di mana para juri memenangkan film yg disukai penonton. Padahal, pesaing Titanic waktu itu sangat berat, lho.
L.A. Confidential yg kala itu pula masuk nominasi, mempunyai plot yg lebih dalam & menegangkan. Tetapi, tampaknya juri dan penonton lebih suka drama yang cengeng, geng.
Akhir Kata
Demikian artikel Jaka mengenai 7 film buruk yang mendapatkan piala Oscar menjadi film terbaik. Mungkinkah terdapat unsur politik dan persekongkolan pada dalamnya?
Kamu putusan bulat nggak menggunakan daftar di atas? Tuliskan pendapatmu di kolom komentar ya, geng. Sampai jumpa lagi pada lain kesempatan!
Comments
Post a Comment