5 Film ini Gagal Total Sang Sutaradara Menyalahkan Aktor di Filmnya! Kok Bisa?
Untuk membuat sebuah film yang bagusm, diperlukan kerja sama menurut poly pihak yg terlibat. Mulai berdasarkan produser, sutradara, aktor, dan para kru yg terlibat pada dalamnya.
Ketika terdapat ketidakcocokan pada antara para pihak yang terlibat, hal ini akan berpengaruh akbar terhadap kualitas film yg digarap dan mampu berujung pada kegagalan.
Ketika sebuah film gagal, hal ini terkadang berujung pada saling menyalahkan satu sama lain.
DAFTAR ISI
- Sutradara yg Menyalahkan Aktor Atas Kegagalan Filmnya
- Kevin Reynolds Menyalahkan Kevin Costner Karena Besar Kepala (Waterworld 1995)
- Joss Whedon Menyalahkan Para Pemain (Alien: Resurrection 1997)
- Paul Schrader Menyalahkan Lindsay Lohan yg Tidak Kooperatif (The Canyons 2013)
- Otto Pelminger Menyalahkan Marilyn Monroe yang Tidak Bisa Akting
- John Schlesinger Menyalahkan Tingkah Laku Madonna
Sutradara yang Menyalahkan Aktor Atas Kegagalan Filmnya
Sebagai orang yang bertugas mengarahkan para aktor & membangun visi sebuah film, pengarah adegan punya peran penting & power yg akbar pada proses pembuatan film.
Pada prakteknya terkadang aktor yg terlibat pada proses pembuatan film memiliki ego dan visi tersendiri terhadap karakter yang dimainkannya.
Hal ini tak jarang membuat cekcok pada antara sutradara dan aktor yg terlibat dalam sebuah film & nggak sporadis berujung pada kegagalan film tadi.
Ketika filmnya gagal terkadang ada insiden saling menyalahkan antara pengarah adegan dan aktor film tersebut.
Siapa aja sih sutradara yg menyalahkan para aktor atas kegagalan filmnya dan apa penyebabnya? Berikut informasi yang sanggup kalian simak.
1. Kevin Reynolds Menyalahkan Kevin Costner Karena Besar Kepala (Waterworld 1995)
Sumber foto: hollywoodoutbreak.ComHubungan antara Kevin Reynolds & Kevin Costner sebenarnya telah mulai renggang sebelum mereka memustuskan buat bekerja sama dalam pembuatan film Waterworld.
Keduanya sempat mengalami pertarungan ketika memproduksi film Robin Hood: Prince of Thieves, tetapi menetapkan buat bekerja sma lagi atas dasar pertemanan.
Keduanya merasa mempunyai kesamaan visi pada menggarap film the Waterworld dan sepakat buat bekerja sama pada film ini.
Indikasi ketidak cocokkan antara kedua Kevin ini sudah terlihat sebelum proses pengambilan gambar dimulai. Costner merasa nir puas atas skrip yg dibuat terutama seputar karakter yg beliau mainkan.
Costner mengabil alih skrip dan mengakibatkan ketegangan di antara pemain dan sutradara ini. Terlebih lagi, Costner jua dilibatkan pada proses screening cut dan Reynolds merasa nir nyaman dengan hal ini.
Film ini mengalami kerugian besar lantaran penggembungan budget yg awalnya dialokasikan sebanyak 100 juta dollar atau sekitar 1,4 triliun rupiah sebagai lebih dari dua kali lipat.
Film ini mendapatkan penghasilan 88 juta dollar di Amerika atau sekitar 1,dua trilliun namun penghasilan film ini di luar Amerika relatif baik.
dua. Joss Whedon Menyalahkan Para Pemain (Alien: Resurrection 1997)
Sumber foto: frenchculture.OrgSebelum sebagai populer misalnya kini berkat keberhasilannya pada menyutradarai The Avengers dan Avengers: Age of Ultron, Joss Whedon pernah mengalami kegagalan menggunakan filmnya yaitu Alien Resurrection.
Sang sutradara ini sendiri mengakui bila film ini termasuk film yg gagal. Dia pun mengakui bahwa beliau lebih menyukai Alien Vs Predator dibandingkan menggunakan Alien Resurrection yg beliau sutradai sendiri.
Salah satu penyebab kegagalan ini menurut Joss adalah kegagal para aktornya dalam memerankan karakter sinkron menggunakan yang telah di tentukan.
Joss Mengatakan bahwa Brad Dourif gagal pada memerankan perannya menjadi Dr. Jonathan & pada akhirnya menyebabkan plot twist yang sudah disusun sebagai hilang.
Selain itu, Joss jua berkata bahwa J.E Freeman pula gagal pada memerankan karakter yang ia mainkan. Karakter ini seharusnya bersifat misterius dan ketika diperankan oleh Freeman kemisteriusan itu hilang.
Joss menambahkan bahwa kedua aktor tadi hanyalah model mini karena ada ribuan hal-hal seperti itu yg terjadi dalam film Alien: Resurection.
3. Paul Schrader Menyalahkan Lindsay Lohan yang Tidak Kooperatif (The Canyons 2013)
Film The Canyons merupakan film yg mengangkat tema yg relatif provokatif. Film ini bercerita tentang seseorang laki-laki yg ingin membalas dendam pada kekasihnya yang berselingkuh dengan rekannya.
Film ini disutradarai sang Paul Schrader dan dibintangi sang Lindsay Lohan menjadi pemeran wanita primer dalam film ini.
Paul dan Lindsay merasa nir cocok selama proses pembuatan film ini menurut mulai proses promosi hingga proses pengambilan gambar nya.
Film ini mendapatkan kritik yg cukup pedas berdasarkan para penikmat film.
Di situs Rotten Tomatoes film ini hanya menerima skor kritikus 22% dan skor penonton 15%. Hal ini pula sejalan dengan IMDb dimana para user IMDb hanya memberi nilai 3.8.
Paul Schrader mengungkapkan bahwa Lindsay Lohan merupakan seniman yg sulit diajak berafiliasi dan sebagai keliru satu alasan kenapa film ini sebagai nir sebaik yang ia harapkan.
Dalam sebuah wawancara, Schrader mengatakan bahwa Lindsay Lohan sering mengakibatkan kekacauan. Melibatkan Lindsay Lohan dalam pembuatan film dengan budget minimal adalah sebuah kesalahan.
Schruder menambahkan bahwa dia tidak pernah menciptakan film menggunakan cara misalnya ini. Proses penggarapan filn ini dari mulai pendanaan, casting, pembuatan, kenaikan pangkat , dan launching film ini semuanya nir misalnya sebelumnya.
4. Otto Pelminger Menyalahkan Marilyn Monroe yang Tidak Bisa Akting
Sumber foto: amcnetworks.ComOtto Pelminger dan Marilyn Monroe bekerja sama dalam pembuatan film River of No Return. Sayangnya, keduanya terlibat saling cekcok pada proses pembuatan ini.
Pelminger sering terlibat cekcok dengan Marilyn & Natasha Lytess, instruktur akting Marylin. Pelminger kesal dengan Natasha yang seringkali memberikan tambahkan pada Marylin yg tidak sesuai dengan yg beliau harapkan.
Terlebih lagi Natasha pernah memarahi Tommy Retig dengan keras sampai-hingga beliau tidak sanggup mengingat dialognya. Pelminger lalu meminta Natasha buat nir berada lagi pada lokasi syuting karena tindakannya ini.
Hal ini nir bertahan usang karena dalam akhirnya Marilyn berhasil mempertahankan Natasha buat permanen berada di lokasi syuting. Marilyn berjanji bahwa Natasha tidak akan berbicara menggunakan siapapun kecuali menggunakan Marilyn sendiri.
Setelah penggarapan film ini terselesaikan, Preminger acapkali mengkritisi Marilyn dan mengungkapkan bahwa Marilyn tidak bisa berakting.
5. John Schlesinger Menyalahkan Tingkah Laku Madonna
Sumber foto: bigcommerce.ComFilm The Next Best Thing yang dibitangi oleh Madonna & disutradarai sang John Schlesinger menerima kritik yang relatif pedas menurut para kritikus film.
Film ini juga hingga menerima nominasi menjadi Worst Picture, Worst Screenplay, & Worst Screen Couple dalam ajang Razzie Award. Madonna bahkan memenangkan kategori Worst Actress dalam ajang ini melalui aktingnya sebagai pemeran primer perempuan pada film ini.
John Schlesinger acapkali bersitegang menggunakan madonna pada film ini. Ketidak cocokkan ini disebabkan karena Madonna yang berusaha memengaruhi proses penggarapan film ini.
John Schlesinger bahkan menyalahkan Madonna menjadi penyebab ia mengalami serangan jantung.
Pada catatan terakhir yang ia tulis di tempat tinggal sakit, John mengatakan bahwa ia kecewa menggunakan produser film yg terpengaruh oleh Madonna.
John juga berkata bahwa perilaku Madonna berpengaruh sangat akbar terhadap kondisi kesehatannya.
Akhir kata
Itu beliau beberapa pengarah adegan yg menyalahkan pemain atas kegagalan filmnya. Sebuah film memang butuh sinergi pada antara seluruh kru yg terlibat di dalamnya supaya sanggup mencapai kesuksesan.
Nggak heran jikalau cekcok di antara pemain dan pengarah adegan bakal berpengaruh akbar terhadap kesuksesan film itu.
Apa engkau putusan bulat, geng jika para pemain ini memang pantas disalahkan atas kegagalan film mereka?
Comments
Post a Comment