5 Alasan Kenapa Film Keluaran Studio Ghibli Overrated Ceritanya Ngebosenin?

Studio Ghibli itu nggak pantas buat diagungkan, geng! Di sini Jaka akan membahas 5 alasan kenapa film studio Ghibli itu overrated!

Jaman kini , Jaka yakin kalian pasti telah sering mendengar istilah overrated yg kerap kali dilontarkan waktu menyampaikan hal apapun yg terkenal.

Lagi membicarakan es kopi susu kekinian, langsung keluar kata overrated. Membicarakan karya modern dari desainer game Hideo Kojima, Death Stranding, keluar juga istilah overrated.

Sifat kontrarian seperti ini memang sepertinya sudah mendarah daging pada rakyat kita & studio animasi Jepang legendaris Studio Ghibli pula nggak lepas menurut perkara ini, geng.

DAFTAR ISI

  • Alasan Kenapa Film Studio Ghibli Itu Overrated
    • Terlalu Banyak Khotbah
    • Terlalu Manipulatif Menyangkut Emosi
    • Protagonis yg Terlalu Sempurna
    • Cerita yg Kurang Dijelaskan Dengan Baik
    • Terlalu Mengandalkan Kualitas Animasi

lima Alasan Kenapa Film Studio Ghibli Itu Overrated

Pertama-tama, Jaka mau klarifikasi jika overrated itu bukan berarti buruk tapi sekadar menyatakan kalau film Ghibli itu nggak paripurna, layaknya semua hal dalam hidup.

Selama kita menggunakan lensa objektif, ada beberapa kekurangan pada film Ghibli yg terlihat kentara dan terulang di beberapa film mereka, geng.

Orang-orang yang nggak bisa bersifat kritis seringkali menduga kekurangan ini menjadi karakteristik karya Ghibli tapi itu cuma teknik silat pengecap saja.

Nah, pada kesempatan ini, Jaka akan membahas lima alasan kenapa film studio Ghibli itu overrated!

1. Terlalu Banyak Khotbah

Mononoke 5ea53

Seorang artis tetapkan untuk memasukkan pesan moral di karyanya itu hal yg biasa tapi studio Ghibli tak jarang hiperbola pada hal ini.

Jaka berani jamin, kalian yg sekarang telah bergerak dewasa niscaya nggak suka kalau orang tua kalian memberikan wejangan dalam kalian tanpa pemberitahuan.

Hal itulah, geng, yg dirasakan Jaka saat menonton film Ghibli seperti Princess Mononoke dan Pom Poko yang terlalu gamblang menceritakan perkara kerusakan lingkungan.

Pesan yang disampaikan pada film tadi memang krusial akan tetapi berdasarkan Jaka pesan tersebut mampu seharusnya bisa disampaikan menggunakan lebih cerdas dan to the point.

2. Terlalu Manipulatif Menyangkut Emosi

Grave Of The Fireflies Be424

Di dunia film ada kata yang dianggap tear-jerker yg merujuk ke jenis film yg tujuannya hanya menciptakan penontonnya nangis dengan menggunakan cara-cara receh.

Hal ini sanggup kita lihat di film seperti Hachiko & film roman picisan yang menggunakan embel-embel nama Nicholas Sparks.

Sayangnya, film studio Ghibli pula banyak yg menggunakan elemen ini, terutama Grave of the Fireflies yg berlatar di periode Perang Dunia II.

Bukannya membiarkan karyanya berbicara sendiri, film ini malah diisi menggunakan banyak adegan yg seakan-akan hanya bertujuan buat menciptakan penonton meneteskan air mata.

3. Protagonis yang Terlalu Sempurna

Nausicaa 1d9f4

Film studio Ghibli poly yang ditujukan buat anak-anak jadi nggak mengherankan bila banyak tokoh primer Ghibli yang memiliki kepribadian paripurna buat dijadikan role model.

Sayangnya, hal misalnya ini tak jarang menghasilkan karakter yang one-dimensional karena mereka nggak mempunyai kekurangan & akhirnya nggak berkembang selama jalannya cerita.

Hal ini telah terlihat menurut film pada awal karir Hayao Miyazaki, Nausicaa of the Valley of the Wind pada mana karakter Nausicaa digambarkan sebagai sosok penyelamat tanpa cela.

Karakteristik one-dimensional ini bukan berarti Nausicaa itu karakter yg buruk hanya saja membuatnya sebagai kurang menarik, geng.

4. Cerita yg Kurang Dijelaskan Dengan Baik

Spirited Away E5239

Di dunia film, kualitas cerita itu dievaluasi dari 2 sisi, geng, wangsit cerita itu sendiri dan bagaimana cerita itu disampaikan ke penonton.

Masalahnya, poly film Ghibli yang memiliki eksekusi cerita yang dibilang bermasalah karena terlalu berbelit-belit.

Kekurangan ini terlihat pada film Spirited Away, di mana film yg memiliki ide mudah berubah ribet ketika Chihiro/Sen mulai terlibat pada konflik karakter lain.

Memang sebenarnya film ini sanggup mengkategorikan menjadi salah satu film animasi terbaik, namun plot & subplot yang sedikit rumit menjadi kekurangan di animasi Ghibli.

lima. Terlalu Mengandalkan Kualitas Animasi

Howl S E1783

Banyak film Ghibli yg Jaka analogikan menjadi Celine Dion. Tidak mampu dipungkiri jika penyanyi Kanada tersebut memiliki salah satu bunyi terbaik di global musik.

Tapi kemampuan vokal itu nggak mampu membuatnya menjadi artis handal & banyak lagu Celine Dion yg sebenarnya biasa saja tapi terselamatkan oleh kemampuan vokalnya.

Coba kalian lihat sosok misalnya Fariz RM yang memiliki vokal biasa saja akan tetapi dapat menulis lagu seperti Sakura yang Jaka anggap menjadi galat satu lagu terbaik yang Jaka pernah dengar.

Masalah ini juga sering ditemui pada film Ghibli, pada mana banyak kekurangan pada segi naskah dan cerita yang berhasil ditutupi oleh visual yang bombastis.

Hal ini terlihat jelas pada film Howl's Moving Castle yang menerima nominasi Oscar buat Film Animasi Terbaik meskipun memiliki karakter, naskah, & cerita yg sangat berantakan.

Akhir Kata

Itulah, geng, lima alasan kenapa film studio Ghibli itu overrated. Banyak banget orang yang mendewa-dewakan studio film yang satu ini meskipun sebenarnya mereka memiliki poly kekurangan.

Jaka akui, mereka jua punya banyak film yg dari Jaka sangat berkualitas misalnya Only Yesterday & The Wind Rises akan tetapi film tersebut jua nggak paripurna.

Dan poly juga film animasi Jepang berkualitas yang nggak datang menurut studio Ghibli yg mungkin sanggup kalian coba tonton.

Bagaimana pendapat kalian mengenai kekurangan Ghibli di atas? Apakah kalian nggak menduga mereka sebagai masalah? Share pada kolom komentar ya!

Comments

Popular posts from this blog

7 Kartu Pokemon yang Paling Overpowered Menang Dalam Sekejap!

7 Karakter Cowok Anime yang Dicintai Banyak Wanita Harem Tingkat Dewa!

7 Desain Ulang Kostum Superhero yang Paling Ikonik Hulk Dulunya Warna Abu-Abu!