7 Aplikasi Paling Gagal yang Pernah Dibuat Rugi Bandar!
Banyaknya pelaksanaan sejenis yang tersedia saat ini, tentunya berdampak pada semakin ketatnya persaiangan yg terjadi di antara para developer aplikasi.
Inovasi & wangsit-wangsit menarik sebagai salah satu kunci keberhasilan yg harus terus mereka gali agar dapat memikat minat para penggunanya.
Instagram, YouTube, & PUBG adalah beberapa contoh aplikasi yang sedang populer dan banyak dipakai saat ini.
Namun, pada luar berdasarkan kesuksesan aplikasi-aplikasi tadi, ada jua lho poly aplikasi lainnya yang disebut-sebut paling gagal yang pernah dibuat oleh developernya.
> DAFTAR ISI
- Aplikasi Paling Gagal yang Pernah Dibuat
- Everpix
- Yik Yak
- Google Wave
- BlackBerry Messenger (BBM)
- Picasa
- Google Buzz
- Google Plus
Aplikasi Paling Gagal yg Pernah Dibuat
Di samping tujuan baik yg igin dicapai para pembuatnya, akan tetapi nyatanya ada banyak sekali aplikasi yg gagal pada pasaran ketika ini.
Berikut adalah beberapa aplikasi paling gagal yg pernah dibuat.
1. Everpix

Diluncurkan pertama kali dalam tahun 2011 silam pada ajang San Fransisco Disrupt, siapa sangka kalau ternyata kehadiran pelaksanaan media sosial Instagram sudah mengancam pelaksanaan "perpustkaan" foto online, Everpix.
Lewat sebuah pengumuman yg disampaikan melalui surat elektronik kepada setiap penggunanya, Everpix resmi menutup aktivitas operasionalnya pada 15 Desember 2013 lalu.
Kegagalan pelaksanaan Everpix sendiri disebut-sebut akibat terlalu banyaknya dana yang dikeluarkan buat menyebarkan pelaksanaan.
Sementara, tim pengembang kurang memerhatikan mengenai pemasaran pelaksanaan sehingga hanya bisa mendapatakan kurang dari 19 ribu pengguna saja di kala aplikasi serupa lainnya bisa menarik jutaan pengguna.
dua. Yik Yak

Meskipun awalnya memiliki pangsa pasar yang relatif akbar pada negara asalnya, Amerika Serikat, tetapi kiprah aplikasi Yik Yak terus tergerus seiring dengan berkembangnya ekspansi Snapchat saat itu.
Selain lantaran persaingan, kegagalan Yik Yak sendiri kabarnya disebabkan sang fitur anonim yang sebagai keunggulan sekaligus boomerang bagi mereka.
Kemudahan dalam membagikan konten bersifat anonim yang ditawarkan sang aplikasi ini justru menciptakan Yik Yak menjadi tempat tumbuhnya kegiatan bullying online.
Meskipun sudah menyediakan fitur filter untuk mengurangi kegiatan bullying ini, namun pertumbuhan pelaksanaan Yik Yak terus menurun.
Yik Yak sendiri adalah pelaksanaan yang memungkinkan pengguna buat mengunggah konten secara anonim.
3. Google Wave

Sempat digadang-gadang akan mampu menggantikan email, tetapi siapa sangka jikalau ternyata galat satu produk buatan Google ini justru gagal & harus dihentikan setahun sesudah peluncurannya pada tahun 2009 lalu.
Google Wave sendiri memberikan fungsi yg hampir seperti menggunakan pelaksanaan Hangout, di mana pelaksanaan ini memungkinkan penggunanya buat saling mengirim pesan & bahkan mengedit dokumen.
Tetapi, dampak penggunaannya yg relatif membingungkan, Google Wave pun akhirnya ditutup.
Salah satu penemuan Google Wave yang paling menarik adalah fasilitas buat para pengguna agar mampu saling terhubung dan memungkinkan satu sama lain melihat apa yg ditulis secara real-time, bahkan karakter per karakter.
4. BlackBerry Messenger (BBM)

Masih ingat dengan pelaksanaan chatting bernama BlackBerry Messenger alias BBM yang paling fenomenal beberapa tahun kemudian?
Sempat sebagai aplikasi yg paling populer pada kalangan para pengguna smartphone khususnya HP BlackBerry, sayangnya aplikasi ini justru berubah jadi pelaksanaan paling gagal yang pernah dibentuk.
Kegagalan aplikasi BBM sendiri ditimbulkan sang pembatasan penggunaan pelaksanaan yg awalnya hanya disediakan secara tertentu buat para pengguna HP BlackBerry saja.
Sementara, ketika pihak BlackBerry mulai menyediakan aplikasi ini buat HP dengan sistem operasi Android, sayangnya pelaksanaan serupa yaitu WhatsApp berhasil menarik perhatian para pengguna smartphone sebagai akibatnya usaha tersebut tidak cukup membuahkan banyak output.
lima. Picasa

Menawarkan fasilitas edit foto & video secara online langsung menurut perangkat smartphone penggunanya, mungkin ada sebagian dari engkau yg mengenal pelaksanaan satu ini.
Dikembangkan sang developer LifeScape Inc. Dalam tahun 2002, Picasa lalu diakusisi oleh Google dua tahun setelahnya atau tepatnya tahun 2004 silam.
Sempat berhasil meraih popularitasnya menjadi galat satu aplikasi fotografi yg paling poly dipakai saat itu, namun Google akhirnya resmi menutup pelaksanaan Picasa pada 2016 & menyarankan penggunanya buat bermigrasi ke aplikasi Google Photos.
Ditutupnya aplikasi Picasa sendiri kabarnya karena kalah saing menggunakan pelaksanaan edit foto & video dari pengembang lainnya.
6. Google Buzz
Diluncurkan dalam tahun 2010, Google Buzz merupakan platform jejaring sosial yg terintegrasi menggunakan layanan Gmail & memungkinkan penggunanya buat berbagi foto, video, link, dan konten lainnya kepada pengguna lain yang terdapat pada hubungan Gmail.
Kehadirannya yg digadang-gadang buat menyaingi media sosial Facebook dan Twitter, namun sayangnya pada Oktober 2011 pihak Google mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan seluruh layanan Google Buzz.
Hal itu lantaran konflik privasi pengguna yg sulit diselesaikan dan pula ketidakmampuannya untuk bersaing dengan platform media sosial lain.
7. Google Plus
Selama bertahun-tahun Google telah mencoba buat membangun media umum buat menyaingi Facebook.
Setelah Google Buzz gagal, Google pun lalu merilis aplikasi Google Plus pada tahun 2011 silam sebagai penggantinya.
Meskipun dalam awalnya aplikasi ini banyak digunakan karena akan secara otomatis terdaftar apabila seorang menciptakan akun Google, tetapi seiring dengan bermunculannya aplikasi maupun fitur-fitur baru yang ditawarkan media umum lain membuat Google Plus jadi sepi peminat.
Pada Desember 2018, Google akhirnya mengumumkan keputusan buat menghentikan penggunaan GooglePlus versi karena rendahnya jumlah pengguna dan tantangan pada mempertahankan produk sukses yg mampu memenuhi ekspetasi konsumen.
Akhir Kata
Nah, itulah tersebut beberapa aplikasi paling gagal yang pernah dibentuk dan beredar pada pasaran, geng.
Meskipun dalam awalnya beberapa pelaksanaan di atas bisa menarik jumlah pengguna yang relatif poly, namun siapa sangka kalau pil getir kegagalan justru harus mereka telan.
Comments
Post a Comment