5 Alasan Mengapa Boruto Jauh Lebih Buruk dari Naruto Ceritanya Gak Masuk Akal!
Jika Jaka meminta kalian buat menjelaskan salah satu anime terbaik sekaligus paling populer, niscaya poly yg akan menjawab Naruto.
Anime karya Masashi Kishimoto ini memang sebagai sebuah kenyataan tersendiri. Kesuksesannya begitu mendunia sampai para fans merasa murung ketika serial ini tamat.
Untungnya, kisah Naruto dilanjutkan sang anaknya pada serial anime Boruto: Naruto Next Generation. Akan namun, banyak yg menduga Boruto jauh lebih jelek berdasarkan Naruto!
DAFTAR ISI
- Alasan Boruto Lebih Buruk dari Naruto
- Cerita yang Lambat & Membosankan
- Teknologi yang Berkembang Terlalu Pesat
- Karakter Boruto yang Menyebalkan
- Gaya Penggambaran
- Terhubungnya Karakter dengan Penonton
Alasan Boruto Lebih Buruk dari Naruto
Apa yang berhasil menciptakan Naruto begitu berhasil adalah karena kedalaman ceritanya, penggambaran karakternya yang menimbulkan simpati, sampai permasalahan yang super seru.
Kisah Naruto berakhir saat dia berhasil menjadi Hokage ketujuh menggantikan Kakashi Hatake. Ia pula berhasil membina rumah tangga bersama perempuan manis bernama Hinata Hyuuga.
Naruto dikarunia dua orang anak, yakni Boruto & Himawari. Nah, dalam lanjutan serial berjudul Boruto: Naruto Next Generation, Boruto menjadi karakter utamanya.
Meskipun dijadikan menjadi lanjutan berdasarkan Naruto yang luar biasa, banyak yg berpendapat bahwa anime Boruto lebih tidak baik jika dibandingkan dengan pendahulunya.
Jaka punya segudang alasan mengapa hal tersebut mampu terjadi. Apa saja?
1. Cerita yg Lambat dan Membosankan
Sumber foto: TokitobashiBoruto dimulai dengan adegan yang menegangkan. Kita sanggup melihat konflik antara Boruto melawan Kawaki dengan latar belakang desa Konoha yang porak poranda. Apalagi, Naruto dikabarkan meninggal.
Seiring menggunakan berjalannya saat, kisah yg terjadi pada Boruto makin usang makin terasa membosankan dan kurang intens. Jarang terdapat episode yg akan membuat penonton bertanya-tanya.
Bukan hanya lantaran episode filler yg terlalu poly, episode-episode utamanya pun berjalan dengan lambat dan terlalu bertele-tele.
Boruto butuh sekitar 10 episode buat memasuki cerita yg benar-sahih serius. Setiap arc pun butuh episode yg relatif poly.
Cerita di Boruto pula dianggap terlalu lembek apabila dibandingkan dengan Naruto. Seperti yg kamu ketahui, banyak kematian karakter favorit terjadi pada Naruto.
Banyak bagian yg dirasa aneh. Contohnya merupakan ketika Boruto & Sasuke dikirim ke masa kemudian oleh lawannya.
Selain itu, anime Naruto populer lantaran mampu menginspirasi para penontonnya. Sebaliknya, Boruto belum sanggup melakukan hal yang sama.
Rasanya butuh bertahun-tahun supaya kita bisa menyaksikan bagaimana adegan pembuka anime ini bisa terjadi.
dua. Teknologi yang Berkembang Terlalu Pesat
Sumber foto: Boruto WikiKita semua setuju jikalau perkembangan teknologi pada dunia berlangsung menggunakan cepat. Tapi jika di dunia Naruto, entah mengapa cita rasanya terlalu cepat!
Di anime Naruto dulu, para ninja butuh latihan ekstra keras agar sanggup menguasai jurus & meningkatkan kemampuan. Di Boruto, seluruh orang mampu menjadi ninja berkat Ninja-tech.
Sudah terdapat teknologi pada zaman Naruto masih sebagai bocah, hanya saja perkembangan teknologi di Boruto terlalu pesat. Sebut saja bangunan tinggi, videotron, kereta listrik, sampai video game.
Padahal, timeline berdasarkan Naruto ke Boruto nir berjarak terlalu jauh. Banyak yang memperkirakan bedanya lebih kurang 20 sampai 25 tahun.
Dengan banyaknya teknologi yang kelewat canggih tadi, kesan ninja dalam anime Boruto pun terasa kurang sebagai akibatnya terlihat tidak seimbang menggunakan setting ceritanya.
tiga. Karakter Boruto yg Menyebalkan
Sumber foto: NarutopediaSebagai wadah Siluman Berekor Sembilan, Naruto dimusuhi seluruh desa. Sejak kecil ia hayati sendirian tanpa teman ataupun keluarga. Ia pula dipercaya nir akan bisa sebagai ninja.
Hal ini membuatnya bertekad sebagai Hokage agar keberadaannya diakui sang seluruh penduduk desa dan hal tadi berhasil dia lakukan.
Kesuraman masa kemudian Naruto nir akan pernah dialami oleh Boruto. Ia lahir pada keadaan hening, orangtuanya lengkap, punya teman sejak kecil, anak Hokage pula.
Segala privilege yang ia miliki tersebut nir membuatnya bersyukur. Ia justru sebagai anak yg keras kepala, tengil, manja, & membenci ayahnya yg kelewat sibuk.
Masalahnya, beliau jua digambarkan sebagai anak yang bijaksana & sanggup mengganti pemikiran orang lain melalui kata-pungkasnya.
Naruto jua acapkali melakukan hal yg sama. Bedanya, beliau bisa seperti itu lantaran jalan terjal yg wajib ia lalui. Naruto nir pernah mencicipi kemewahan yang dimiliki Boruto.
Akibatnya, sikap bijaksana yg dimiliki sang Boruto terlihat tidak realistis dan Jaka menyangsikan ada poly orang yg mengidolakannya.
4. Gaya Penggambaran
Sumber foto: Naruto Couples WikiMungkin engkau banyak yg telah mengetahui bahwa Boruto: Naruto Next Generation nir lagi dikerjakan oleh Masashi Kishimoto.
Ia menyerahkannya pada asistennya, Mikio Ikemoto. Untuk ceritanya sendiri diciptakan sang Ukyo Kodachi. Kishimoto hanya berperan menjadi supervisor.
Meskipun telah sebagai asisten selama belasan tahun, tentu saja ada disparitas gaya desain menurut Ikemoto. Sayangnya, perbedaan tersebut nir disukai oleh para fans.
TIdak hanya itu, desain karakter perempuan seperti Sarada dan Chocho pada anime Boruto kerap dituding terlalu sensual buat anak berusia belasan tahun.
lima. Terhubungnya Karakter menggunakan Penonton
Sumber foto: The GeekiaryNaruto & timnya telah harus melawan musuh kuat pada awal-awal cerita, yakni Zabuza dan Haku. Lantas, mereka bertemu menggunakan Orochimaru sebelum bertemu dengan grup Akatsuki.
Hampir semua musuh Naruto digambarkan menggunakan sangat epik sebagai akibatnya menimbulkan simpati dalam penonton, sebagai akibatnya poly yg justru mengidolakan mereka.
apabila melihat anime Boruto, siapa musuh utamanya? Mungkin seluruh klan Otsutsuki yg bentuknya mirip alien. Ada pula organisasi Kara yg belum banyak terungkap.
Hanya saja, latar belakang mereka tidak terlalu kuat & terasa sedikit dipaksakan. Beda menggunakan Akatsuki yang tiap anggotanya memliki kisahnya masing-masing.
Sebenarnya tidak hanya musuh. Karakter-karakter baik seperi Shikadai, Mitsuki, hingga Sumire pun cita rasanya kurang sanggup terhubung menggunakan penonton.
Mungkin kebanyakan fans justru lebih bahagia waktu karakter-karakter usang muncul, misalnya Kakashi, Sasuke, sampai Gaara. Kurangnya pengembangan karakter bisa menjadi salah satu karena.
Akhir Kata
Terlepas menurut banyaknya kekurangan dari anime Boruto, terdapat beberapa alasan mengapa anime ini masih worth it untuk ditonton.
Selain lantaran kita masih mampu melihat karakter-karakter favorit menurut anime Naruto, masih banyak rahasia yg mencakup anime ini.
Hingga kini , anime ini sudah memasuki episode 130-an. Belum diketahui kapan anime ini akan tamat.
Mengingat betapa lambatnya tempo cerita, nampaknya Boruto akan berumur panjang.
Comments
Post a Comment