5 Game dengan Konsep Unik Karya Hideo Kojima Absurd Tapi Bagus Banget!
Mungkin hanya beberapa di antara kalian yg belum kenal menggunakan Hideo Kojima. Namun, kalau engkau adalah gamer usang, pasti engkau sudah nggak asing dengan figur satu ini.
Hideo Kojima merupakan salah satu desainer game paling berpengaruh sepanjang masa. Kejeniusannya berhasil melahirkan banyak sekali game-game keren dan berkualitas.
Lihat saja franchise Metal Gear yang sudah memenangkan poly penghargaan game prestisius dalam skala internasional. Nggak mengecewakan, deh!
DAFTAR ISI
- Game menggunakan Konsep Unik Karya Hideo Kojima
- Death Stranding (2019)
- Metal Gear (1987)
- Snatcher (1988)
- Policenauts (1994)
- Silent Hills (Cancelled)
lima Game dengan Konsep Unik Karya Hideo Kojima
Kojima memang jenius banget, tetapi nggak sporadis orang yg penasaran soal konsep game yg dibuat oleh desainer Jepang ini.
Pasalnya, Kojima selalu menambahkan elemen-elemen unik di dalam game-nya. Misteri berdasarkan game terkini Kojima yg berjudul Death Stranding pun sampai kini masih berusaha dipecahkan sang para gamer.
Jaka sudah merangkum beberapa game "unik" yang dibuat sang Hideo Kojima. Daripada makin bertanya-tanya, langsung saja, geng!
1. Death Stranding (2019)

Dari sekian banyaknya game yg pernah dibentuk sang Hideo Kojima, nampaknya Death Stranding sebagai game yg paling unik dan aneh, deh.
Game yg rilis pada akhir tahun 2019 ini sebagai game yang paling ditunggu semenjak Kojima hengkang menurut Konami.
Setelah rilis, gamer pun terbagi sebagai dua kubu. Kubu pertama adalah yang mendukung game ini dan kubu lainnya adalah para gamer yang nggak ngerti dengan konsep game ini.
Pasalnya, game ini memiliki plot yg aneh banget, geng. Ber-setting di global post apocalypse, engkau bakal berperan sebagai Sam Bridges, seorang kurir yg bertugas mengantarkan barang.
Dialog rumit, jalan cerita membingungkan, serta minimnya aksi sebagai alasan kenapa game ini nggak menerima review sempurna.
Bahkan, gamer pun gundah pada mengklasifikasikan aliran Death Stranding. Namun, jika engkau merupakan penyuka game dengan plot mendalam, engkau pasti suka , deh, sama game ini.
Grafik realistis, cast yang bertabur bintang, serta pengalaman bermain yang imersif jadi kekuatan menurut game berkonsep unik satu ini.
2. Metal Gear (1987)

Pasti kamu resah, kan, kenapa Jaka memasukkan franchise game terbaik Konami ini ke pada daftar? Unik maksud Jaka bukan berarti buruk, lho.
Metal Gear versi pertama merupakan game aksi yang cukup unik di masanya, geng. Alih-alih mengandalkan konflik & tembak-tembakan, game ini malah menawarkan hal sebaliknya.
Kamu dituntut buat mencari jalan supaya kamu mampu menghindari musuh-musuh yang ada pada sekitarmu. Kamu pula bisa bersembunyi & menyerang musuhmu saat mereka sedang tidak awas.
Yup, Metal Gear merupakan game pertama yg melahirkan konsep game stealth. Di zaman tadi, game action biasanya berisi pertempuran secara pribadi menggunakan musuh.
Kesuksesan game yg disutradarai, diproduseri, sekaligus ditulis sang Kojima ini menciptakan perusahaan lain mencoba buat membuat game yang sama.
Genre stealth pun lahir berkat pemikiran jenius seorang Hideo Kojima yg menginspirasi franchise seperti Assassin's Creed. Memang mantap banget om yg satu ini, geng!
3. Snatcher (1988)

Snatcher adalah game petualangan yg diproduseri, dirancang, serta ditulis oleh Hideo Kojima. Game satu ini mempunyai tema cyberpunk.
Berlatar di masa depan di mana robot humanoid membunuh insan dan berpura-pura sebagai si korban. Kamu berperan sebagai detektif amnesia yg bertugas memburu para "Snatcher" tersebut.
Game ini mempunyai plot yg terinspirasi berdasarkan film action berjudul Blade Runner (1982) yg dibintangi oleh Harrison Ford.
Berbeda menggunakan game Kojima lainnya, game ini mempunyai format misalnya graphic novel di mana kamu bakal menikmati cerita sembari menentukan opsi dalam game yang bakal memilih jalannya cerita.
Oh iya, meskipun grafisnya sederhana, namun game ini memiliki plot yang rupawan banget. Sayangnya, review positif dan keunikan game ini nggak mampu menyelamatkan penjualan Snatcher.
4. Policenauts (1994)

Mirip misalnya Snatcher, Policenauts yg rilis dalam tahun 1994 ini juga merupakan game graphic adventure di mana engkau bakal mengikuti cerita sambil memilih opsi terbaik dalam memilih cerita.
Meskipun terlihat sederhana, namun game petualangan ini menyimpan hal-hal unik dibaliknya, geng. Dalam mendesain Policenauts, Kojima berusaha mendalami info-berita humanisme.
Kojima melakukan riset mendalam mengenai penjualan organ tubuh secara ilegal dan terinspirasi menurut Toyohiro Akiyama, orang Jepang pertama yg pulang ke luar angkasa.
Kojima jua menerima ilham menurut film-film Amerika Serikat dan debat pada masa ini yg membahas tentang topik sentimen anti-Jepang.
Dari hal-hal diatas, Kojima berhasil membentuk Policenauts yang bertujuan untuk mengeksplor bagaimana hidup di luar angkasa bisa memengaruhi hidup seseorang, baik secara sosial juga psikologis.
Menceritakan mengenai mantan astronot yang ditemukan sehabis mengapung dan beku pada luar angkasa selama 24 tahun akibat kecelakaan di koloni luar angkasa.
Astronot bernama Jonathan Ingram lalu balik ke bumi & menjadi seseorang detektif. Ia lalu menginvestigasi kematian mantan istrinya & suami barunya.
Namun, investigasi tersebut membawanya kembali ke koloni luar angkasa di mana ia kecelakaan 24 tahun lalu. Kasus tadi ternyata berkaitan dengan penjualan organ tubuh ilegal.
5. Silent Hills (Cancelled)
Pada bulan Agustus tahun 2014, gamer pada seluruh dunia dibuat ketakutan berkat sekuel Silent Hill berjudul Silent Hills P.T. (Playable Teaser) yg dirilis KONAMI pada PS4 Store.
Meskipun cuma demo, namun P.T. menyajikan kengerian-kengerian dan jump scare yang bakal bikin engkau kaget setengah meninggal.
Game ber-aliran survival horror ini disutradarai langsung oleh Hideo Kojima & Guillermo del Toro. Oh iya, game ini juga memakai aktor Norman Reedus sebagai pemeran primer, lho.
Sayangnya, konflik antara Kojima dengan Konami menciptakan Kojima harus hengkang menurut perusahaan tempat beliau berkarya selama puluhan tahun.
Hal tersebut menciptakan game Silent Hills nggak jadi dirilis & mengecewakan poly penggemar game horor. Tentunya, keputusan Konami membawa kejatuhan bagi perusahaan tadi.
Yang aneh pada entry ini bukanlah game-nya, melainkan keputusan Konami yg melarang Kojima menghadiri Game Awards 2015 di mana game buatannya, Metal Gear Solid lima: The Phantom Pain memenangkan penghargaan.
Logo Kojima Productions juga dicabut berdasarkan website Silent Hill, geng. Oh iya, dengar-dengar, domain website Silent Hill pula dijual oleh Konami, lho.
Keunikan lain dari game ini adalah hampir semua orang yang terlibat pada game gagal rilis ini dilibatkan pulang dalam proyek game Death Stranding protesis Kojima Productions.
Norman Reedus balik ditunjuk sebagai pemeran primer game Death Stranding beserta Guillermo del Toro & figur-figur populer Hollywood lainnya.
Akhir Kata
Demikian artikel Jaka tentang lima game menggunakan konsep terunik karya Hideo Kojima. Meskipun dipercaya nggak generik oleh poly orang, tetapi Kojima selalu bisa menghadirkan game berkualitas dengan sepenuh hati.
Kalau kamu punya komentar atau pendapat mengenai artikel Jaka barusan, engkau bisa tulis pada kolom komentar yg masih ada pada bawah, geng.
Sampai jumpa lagi pada artikel Jaka lainnya!
Comments
Post a Comment