Kamu Wajib Tahu! Inilah 7 Terobosan Sains Paling Penting di Tahun 2019
Teknologi dan sains nggak akan pernah meninggal. Penemuan ilmiah dan inovasi selalu saja timbul setiap tahunnya. Sayangnya, yg diberitakan hanya hal negatif saja.
Isu pemanasan dunia dan perubahan iklim menjadi liputan teknologi dan sains yg selalu mendominasi. Padahal, ada, lho, hal-hal positif dari sektor ini.
Ribuan ilmuwan, penemu, & inovator berusaha tewas-matian setiap harinya buat menemukan hal baru yang bakal bermanfaat bagi umat insan ke depannya.
DAFTAR ISI
- Terobosan Sains Paling Penting di Tahun 2019
- Lokasi Asal Nenek Moyang Manusia
- Mencetak Jaringan Kulit Hidup
- Penemuan Bukti Evolusi Tertua
- Chip Komputer Pertama menggunakan 1 Triliun Transistor
- Obat Melawan Virus Ebola
- Foto Black Hole
- Arkeolog Menemukan Organisme yang Mati Saat Dinosaurus Punah
7 Terobosan Sains Paling Penting pada Tahun 2019
Mungkin kamu sudah pernah membaca soal inovasi dan terobosan sains waktu sekolah. Tetapi, penemuan tadi telah berumur puluhan hingga ratusan tahun lamanya.
Dalam artikel ini, Jaka bakal kasih tahu engkau beberapa penemuan & terobosan krusial pada bidang sains yg ada di tahun 2019 ini.
1. Lokasi Asal Nenek Moyang Manusia

Mungkin banyak berdasarkan kamu yang belum tahu bahwa berdasarkan penelitian seluruh umat manusia awalnya dari berdasarkan benua Afrika. Tetapi, belum diketahui di mana lokasi khusus nenek moyang kita dari.
Sebuah inovasi pada bulan November lalu berhasil mengungkap berdasarkan wilayah manakah insan purba asal. Ternyata, seluruh ras manusia berawal dari wilayah yg sekarang adalah negara Botswana.
Penemuan ini diumumkan oleh antropolog bernama Vanessa Hayes. Penemuan ini tentunya sangat penting untuk mengetahui sejarah umat insan.
dua. Mencetak Jaringan Kulit Hidup

Sejak zaman dahulu, satu-satunya cara buat mengobati korban luka bakar yang parah merupakan melalui donor kulit buat membarui kulit yang rusak.
Namun, terkadang ketidakcocokan bisa menciptakan tubuh menolak donor kulit tadi. Ada juga metode mengobati luka bakar menggunakan kulit ikan.
Kini, ilmuwan sudah menyebarkan teknologi medis pada mana mereka dapat mencetak jaringan kulit hidup bersama pembuluh darah hanya menurut sel kulit manusia.
tiga. Penemuan Bukti Evolusi Tertua

Ilmuwan sudah mengusut teori evolusi sejak Charles Darwin dan Alfred Russel Wallace menggagaskan teori tadi.
Meskipun begitu, mereka berdua belum mampu menemukan bukti evolusi tertua yg pernah terdapat. Ilmuwan hanya dapat menemukan fosil dari dinosaurus & spesies transisi dari makhluk purba tersebut.
Beberapa ketika kemudian, ilmuwan China menemukan sebuah batu di mana pada dalamnya terdapat fosil Caveasphaera, yakni organisme yang nggak bisa mengkategorikan menjadi hewan ataupun tumbuhan.
Organisme ini hayati lebih kurang 609 juta tahun yang lalu. Penemuan ini membuat peneliti sekarang sanggup membedakan perkembangan antara organisme sel tunggal dan sel ganda.
4. Chip Komputer Pertama dengan 1 Triliun Transistor

Dalam global komputer, reduksi sang transistor sudah diprediksi sang Hukum Moore yang mengungkapkan bahwa jumlah transistor dalam sebuah microchip akan mengganda setiap 2 tahun.
Di tahun 2019 ini, perusahaan bernama Cerebras Systems sudah berhasil membentuk microchip terbesar menggunakan 1 triliun hambatan.
Banyak hal di zaman sekarang yang telah mengandalkan AI. AI yg hebat akan didukung oleh chip dengan kemampuan memproses dan jumlah transistor yang fantastis.
Wah, sanggup-bisa insiden robot dan AI yang membinasakan umat insan seperti di film Terminator bakal terjadi betulan, geng.
lima. Obat Melawan Virus Ebola

Virus Ebola merupakan virus paling mematikan semenjak ditemukan pertama kali di Afrika pada tahun 1976. Penyakit ini bakal membunuh hampir semua orang yg terinfeksi dan orang-orang di sekitarnya.
Pada bulan Juli, WHO mengumumkan penyebaran virus Ebola telah sampai tahap membahayakan. Dua perawatan eksperimental telah dilakukan buat mengatasi hal tadi.
Ilmuwan menyuntikkan antibodi berjuluk REGN-EB3 dan mAb-114 ke genre darah. Suntikan tadi ternyata bisa mengobati lebih kurang 90% pasien Ebola.
6. Foto Black Hole

Di internet, kita seringkali melihat foto-foto luar angkasa yang dipotret oleh ilmuwan. Ilmuwan tadi memakai X-Ray atau gelombang radio buat bisa menangkap objek yg sangat jauh.
Meskipun begitu, metode ini nggak pernah berhasil memotret lubang hitam atau black hole & bahkan dianggap tidak mungkin. Katie Bouman adalah pimpinan proyek foto real black hole yang fenomenal tadi.
Di tahun 2019, 200 orang ilmuwan menyambungkan semua teleskop di seluruh dunia buat merogoh gambar black hole. Proyek bernama Event Horizon Telescope (EHT) ternyata berhasil, geng.
7. Arkeolog Menemukan Organisme yang Mati Saat Dinosaurus Punah

Kita semua memahami bahwa sekitar 65 juta tahun yg lalu, sebuah fenomena alam membunuh hampir semua penghuni bumi sampai mengalami kepunahan.
Meskipun begitu, arkeolog nggak mampu menentukan organisme apa saja yg punah saat kiamat tadi terjadi. Hanya beberapa spesies saja yg sisa-sisanya bisa ditemukan dan diteliti.
Pada bulan Maret kemarin, arkeolog berhasil menemukan sebuah lokasi yang dinamakan Tanis pada mana masih ada poly banget fosil hewan & flora yang mati waktu asteroid jatuh ke bumi.
Akhir Kata
Tuh, kan, terbukti bila perkembangan sains dan teknologi nggak cuma membawa dampak negatif dalam kehidupan insan.
Dengan penemuan & terobosan sains ini, umat insan akan semakin sophisticated dan mungkin bisa mengalahkan kecerdasan alien-alien yang terdapat pada film, geng.
Demikian artikel Jaka. Sampai jumpa lagi di artikel Jaka selanjutnya!
Comments
Post a Comment