10 Negara yang Paling Banyak Melarang Konten di Google
Geng, apakah kalian pernah mencoba mengetikkan nama kalian di mesin pencarian Google? Jaka jamin niscaya terdapat hal memalukan mengenai kalian yg timbul di hasil pencarian tadi.
Memang internet itu sudah menjadi rumah menurut berbagai macam keterangan jadi jangan heran kalau keburukan kalian juga tersimpan pada internet.
Bukan cuma individu saja yang mengalami perkara ini lantaran ternyata banyak sekali negara yg fakta sensitifnya terkuak di internet, geng!
10 Negara yang Paling Banyak Melarang Konten pada Google
Kalian acapkali dengar, kan, aksi blokir Kominfo yg meminta perusahaan seperti Instagram buat menutup akun yang dipercaya mempunyai konten bermasalah bagi warga Indonesia?
Perilaku seperti itu nggak terbatas pada negara +62 ini saja dan bisa dibilang 99% menurut pemerintah asing jua melakukan hal ini & Google paling acapkali sebagai sasaran komplain mereka.
Nah, pada kesempatan ini Jaka akan membahas 10 negara yang paling poly melarang konten di Google di periode Juli 2009 sampai Juli 2018 yg dirangkum dari situs Business Insider.
1. Italia - 1,691 Konten

Negara Eropa yg satu ini sebagai galat satu tujuan harus bagi seluruh turis yang sedang menjelajahi Erop tapi ternyata pada global digital, mereka memiliki banyak masalah, geng.
Tercatat Italia sudah meminta Google sebesar 1,691 kali buat menghilangkan konten yg dipercaya bermasalah.
Dan nggak tidak sinkron menggunakan Indonesia yang acapkali banget mengungkit UU ITE buat kasus pencemaran nama baik, Italia juga poly mendapat masalah seperti itu.
Makanya, hati-hati jikalau kalian punya uneg-uneg tidak baik yg ingin kalian sampaikan ke Italia lantaran kalian bisa jadi sasaran julid mereka, geng.
dua. Korea Selatan - dua,098 Konten

Negara yg sekarang sudah mulai menjadi kiblat budaya berkat kepopuleran drama & musik yg dari dari Korea Selatan rupanya juga punya poly masalah internal.
Tercatat Korea Selatan sudah meminta Google sebesar dua,098 kali untuk menghilangkan konten yang dipercaya bermasalah.
Mengingat banyaknya kasus aksi gila fans K-Pop yg disebut Sasaeng, nggak mengherankan jikalau konten yg melanggar keamanan dan privasi pengguna adalah perkara akbar di Korea.
tiga. Perancis - 2,291 Konten

Satu lagi negara Eropa yg poly memiliki perkara dengan Google adalah Perancis yang ibukotanya, Paris, sudah sering dijadikan latar film.
Tercatat Perancis sudah meminta Google sebanyak dua,291 kali buat menghilangkan konten yang dipercaya bermasalah.
Perancis menganggap banyak konten pada Google yg membahayakan keamanan negara mereka yang mungkin ditimbulkan sang serangan teroris yg menyerang kota Perancis di sepuluh tahun terakhir.
4. Jerman - 3,197 Konten

Sepertinya poly negara Eropa yg mempunyai perkara menggunakan Google lantaran Jerman, negara yang mempunyai masa kemudian kelam terkait dengan Nazi, jua berhasil masuk ke daftar ini, geng.
Tercatat Jerman telah meminta Google sebanyak tiga,197 kali buat menghilangkan konten yang dianggap bermasalah.
Seperti Italia, poly dari komplain tadi berkisar pada kasus pencemaran nama baik.
Hal ini mungkin berkaitan dengan kesukaan humor orang Jerman yang dikabarkan jelek jadi mereka mudah tersinggung waktu diejek, geng.
lima. Inggris - 3,894 Konten
Di ketika penduduk dunia ramai-ramai belajar bahasa Inggris, negaranya malah sibuk komplain sana-sini kepada Google, geng.
Tercatat Inggris telah meminta Google sebanyak 3,894 kali buat menghilangkan konten yang dianggap bermasalah.
Mayoritas dari komplain tadi lantaran konten yang dipercaya membahayakan keamanan negara & memang misalnya Perancis, Inggris acapkali menjadi korban agresi teroris di beberapa tahun terakhir.
6. India - 5,308 Konten
Sebagai galat satu negara dengan jumlah populasi ke 2 terbanyak pada global sesudah China, nggak heran kalau negara India telah mencatat banyak komplain terhadap Google.
Tercatat India telah meminta Google sebesar 5,308 kali buat menghilangkan konten yg dipercaya bermasalah.
Dari data yang diperoleh, kasus antara India & Google kebanyakan berkisar di kasus pencemaran nama baik yang mungkin ditimbulkan oleh maraknya kasus warta hoax pada India, geng.
7. Brazil - 6,455 Konten
Ternyata negara Amerika Latin yg satu ini nggak cuma punya harga iPhone yang mahal akan tetapi Brazil juga terlibat dengan poly perkara dengan Google.
Tercatat Brazil sudah meminta Google sebanyak 6,455 kali buat menghilangkan konten yg dipercaya bermasalah.
Di paruh pertama periode 90-an, layanan sosial media Orkut yg dimiliki oleh Google adalah salah satu layanan paling terkenal pada Brazil dan poly komplain ini yg dari menurut layanan Orkut.
8. Amerika Serikat - 7,964 Konten
Meskipun Google sendiri bermarkas di negara yg sangat maju pada hal teknologi ini, Amerika Serikat pula memiliki poly masalah dengan Google.
Tercatat Amerika Serikat sudah meminta Google sebanyak 7,964 kali buat menghilangkan konten yg dianggap bermasalah.
Amerika Serikat merupakan negara yg menjunjung tinggi kebebasan berbicara akan tetapi di prakteknya negara tadi nggak sebebas itu, geng.
Berdasarkan data yg diperoleh, kebanyakan komplain yang masuk ke Google berkisar pada kasus pencemaran nama baik.
9. Turki - 10,379 Konten

Bukan cuma krisis keuangan yg saat ini melanda negara Turki lantaran mereka pula ternyata punya poly kasus menggunakan Google, geng.
Tercatat Turki telah meminta Google sebesar 10,379 kali buat menghilangkan konten yg dianggap bermasalah.
Anehnya, meskipun gamer berasal Turki terkenal lantaran temperamen mereka yg nggak nyantai, sepertinya mereka jua mudah tersinggung.
Dari 10,379 komplain tersebut, lebih banyak didominasi masalah Turki menggunakan Google berkisar pada perkara pencemaran nama baik.
10. Rusia - 61,471 Konten

Selain dikenal sebagai negara yang paling mencintai alkohol, negara Rusia jua banyak mempunyai masalah menggunakan Google.
Tercatat Rusia telah meminta Google sebanyak 61,471 kali buat menghilangkan konten yang dipercaya bermasalah.
Ini sangat nggak masuk akal lantaran jikalau kalian menggabungkan seluruh komplain dari negara-negara di atas, masih kalah jauh dengan total komplain menurut Rusia, geng!
Mayoritas komplain dari Rusia berputar pada perkara keamanan negara dan memang Rusia nggak main-main jikalau soal ini karena mereka punya galat satu teknologi militer terbaik di global.
Akhir Kata
Itulah, geng, daftar 10 negara yg paling banyak melarang konten pada Google pada periode Juli 2009 sampai Juli 2018.
Kalau kalian resah kenapa negara China tidak ada di sini, itu lantaran hanya sedikit layanan Google yang tersedia di sana & mereka pula punya sistem sensor sendiri yang dianggap Great Firewall.
Bagaimana pendapat kalian mengenai negara-negara pada atas? Apakah menurut kalian kelewat sensitif? Langsung share di kolom komentar ya!
Comments
Post a Comment