7 Film Horor yang Aslinya Memiliki Ending Lebih Tragis Untung Saja Diganti!
Film horor merupakan sebuah aliran film yang poly dicintai sekaligus dibenci orang. Ketegangan dan kengerian yang tersaji nggak bisa diterima menggunakan baik sang seluruh kalangan.
Film horor memang nggak didesain buat memiliki Happy Ending. Kalau ada pun jumlahnya nggak seberapa. Ending film horor dibuat buat membuat kamu nggak nyaman.
Tetapi, ternyata ada beberapa film horor yg memiliki ending asli yang lebih tragis & "dark". Saking tragisnya, ending ini pun diganti sang sang sutradara.
DAFTAR ISI
- Film Horor yg Aslinya Memiliki Ending Lebih Tragis
- Get Out (2017)
- Hostel (2005)
- Alien (1979)
- The Descent (2005)
- The Butterfly Effect (2004)
- Paranormal Activity (2007)
- Leatherface (2017)
7 Film Horor yang Aslinya Memiliki Ending Lebih Tragis
Mungkin kamu pernah menonton film yang memiliki alternate ending. Alternate ending adalah revisi yg dibuat karena penonton nggak senang menggunakan ending aslinya tersebut.
Biasanya, ending yang direvisi merupakan ending yg dinilai nggak jelas, terlalu membingungkan, atau terlalu tragis bagi evaluasi penonton.
Dalam artikel ini, Jaka akan membahas tentang 7 film yang ending asilinya pada-revisi lantaran terlalu tragis. Oh iya, artikel ini mengandung Spoiler, geng!
1. Get Out (2017)

Get Out adalah film horor yg mempunyai ending sangat memuaskan. Selain bisa hidup sampai akhir, si tokoh primer juga berhasil membalas dendam pada para tokoh antagonis.
Tetapi, ending tersebut ternyata adalah versi revisi, geng. Di versi aslinya, Chris yang sedang mencekik Rose di tengah jalan datang-datang didatangi oleh kendaraan beroda empat polisi.
Film ini lalu menampilkan adegan pada mana Chris berada pada penjara & dieksekusi mati lantaran membantai semua anggota keluarga Armitage.
dua. Hostel (2005)

Hostel menceritakan kisah pemuda bernama Paxton dan sahabat-temannya yg berlibur ke Slovakia. Tetapi, peristiwa tidak baik menimpa mereka selesainya mereka pergi ke sebuah pesta.
Mereka diculik dan disekap di penjara misteri di mana orang-orang kaya membayar buat menyiksa & membunuh para tahanan sesuai permintaan.
Di akhir, Paxton merupakan satu-satunya yg selamat dan berhasil melarikan diri menggunakan kereta. Di kereta, ia bertemu menggunakan orang yg bertanggung jawab atas penderitaannya dan film lalu berakhir.
Di ending orisinalnya, Paxton melihat pria tersebut di kereta beserta anak perempuannya yg masih kecil. Ia menculik si anak dan kemungkinan menyiksa anak tadi menjadi pembalasan dendam. Ngeri!
3. Alien (1979)

Film Alien memiliki beberapa adegan ikonik, galat satunya saat karakter Ripley mengalahkan si alien dengan melemparnya ke luar pesawat luar angkasa.
Ternyata, oleh sutradara sebenarnya memiliki ending asli yang lebih tragis. Alih-alih beraksi secara heroik, Ripley dipenggal kepalanya sang si alien.
Untungnya, Ridley Scott oleh pengarah adegan nggak jadi memakai ending ini. Tentunya, ending ini bakal menghambat image Ripley sebagai jagoan film perempuan yg paling badass.
4. The Descent (2005)

The Descent menceritakan kisah sekelompok wanita yang sedang menelusuri gua yg belum pernah dijelajah sebelumnya. Sayangnya, mereka pergi ke gua yang salah .
Mereka semua terjebak di pada gua sambil diteror makhluk-makhluk kanibal pada dalamnya. Film diakhiri dengan si karakter primer yg berhasil keluar dan buru-buru ngebut dengan mobilnya.
Di ending orisinalnya, si karakter primer yang telah di kendaraan beroda empat ternyata cuma mimpi. Ia kemudian terbangun & menyadari bahwa makhluk kanibal tadi sudah ada pada dekatnya.
lima. The Butterfly Effect (2004)

Meskipun bukan film horor, Butterfly Effect sangat terkenal lantaran memiliki cerita yang disturbing dan ending yg relatif mengejutkan.
Menceritakan seseorang pria yang memiliki kemampuan buat balik ke masa lalu. Namun, segala hal yang dia lakukan di masa lalu membarui kehidupannya secara drastis.
Terdapat 4 alternate ending yang dibuat oleh oleh pengarah adegan. Namun, ada keliru satu yang dihapus lantaran terlalu tragis & menyedihkan.
Sadar kalau kehidupannya membawa penderitaan pada seluruh orang di sekitarnya, si tokoh utama kembali ke masa dia menjadi janin di rahim ibunya.
Ia mencekik dirinya sendiri menggunakan tali pusar. Di akhir ending asli ini, seluruh orang terdekatnya mempunyai hayati yang lebih bahagia berdasarkan "kehidupan sebelumnya".
6. Paranormal Activity (2007)

Paranormal Activity merupakan sebuah film horor bertema kesurupan setan dengan konsep misalnya film dokumenter. Film ini juga memiliki beberapa ending.
Di ending orisinalnya, Katie yang kerasukan membunuh Micah, pacarnya & hanya diam saja selama berhari-hari. Nggak lama lalu, polisi masuk ke rumah tadi & menemukan jasad Micah.
Katie seketika bebas berdasarkan pengaruh setan. Ia yang masih ketakutan lalu berlari sembari berteriak ke arah polisi. Polisi tadi malah menembak Katie tanpa pikir panjang.
7. Leatherface (2017)

Leatherface dirancang menjadi prekuel berdasarkan franchise horor legendaris, The Texas Chainsaw Massacre. Menceritakan masa lalu Leatherface, si kanibal pembunuh yg ikonik dengan gergaji mesin dan topeng kulit manusia.
Di akhir film, ia menangkap seseorang gadis bernama Elizabeth dan membunuhnya. Film kemudian berakhir sampai situ. Namun, ending orisinalnya ternyata lebih panjang dan sadis.
Tubuh Elizabeth digantung ke sebuah kail super besar & kulit wajahnya dikuliti secara perlahan oleh Leatherface. Ngerinya lagi, Elizabeth masih hayati waktu dikuliti.
Akhir Kata
Bagaimana, geng? Ending orisinal dari 7 film horor ini niscaya bikin engkau jadi bergidik ngeri. Untungnya, endingnya diganti dengan yg lebih halus.
Demikian artikel Jaka mengenai 7 film yang ending aslinya jauh lebih tragis. Sampai jumpa lagi di artikel menarik Jaka lainnya!
Comments
Post a Comment