7 Game dengan Strategi Marketing Paling Gak Masuk Akal Pernah Main?
Membuat video game merupakan hal yg sangat sulit & terkadang mengorbankan kehidupan langsung para anggota tim developer. Itu pun belum tentu game yg mereka buat bisa memuaskan penggemar.
Tetapi, tak jarang kita melupakan jasa berdasarkan tim marketing atau pemasaran game. Tanpa mereka, mungkin kita nggak akan pernah tahu bahwa game tersebut eksis.
Tim marketing wajib selalu menyusun taktik dan campaign agar game yang dibuat sang developer bisa dikenal namanya & dapat terjual dengan baik.
DAFTAR ISI
- Game menggunakan Strategi Marketing Paling Gak Masuk Akal yang Pernah Ada
- Dante's Inferno
- God of War II
- Splinter Cell
- Watch Dogs
- Resident Evil 6
- Fallout 76
- Semua Game dari Acclaim
7 Game menggunakan Strategi Marketing Paling Gak Masuk Akal yg Pernah Ada
Tim marketing harus selalu menyiapkan gimmick yang unik agar produk mereka bisa mudah dikenali & diketahui oleh konsumen potensial.
Sayangnya, nggak seluruh strategi marketing bisa berjalan mulus sesuai rencana. Bukannya untung, malah jadi buntung, geng.
Contohnya, ke 7 game menggunakan taktik marketing paling aneh ini, nih. Nah, jika kamu bertanya-tanya, eksklusif saja, yuk, simak artikel Jaka ini dia!
1. Dante's Inferno

Dante's Inferno merupakan sebuah game yang terlihat seperti ripoff berdasarkan franchise God of War. Lantaran kurang populer, tim marketing berupaya buat mencari sensasi, geng.
EA sebagai publisher game ini menyewa beberapa demonstran palsu yang ditempatkan persis pada depan venue tempat E3 2009 sedang berlangsung.
Mereka dibentuk seolah dari menurut organisasi keagamaan dan membawa atribut yg menentang game Dante's Inferno. Strategi ini pun gagal total misalnya game-nya. Makanya jangan suka nipu!
dua. God of War II

Kalau tersebut Jaka membahas soal Dante's Inferno, sekarang Jaka mau bahas mengenai game action God of War II. Ternyata, game ini pula menggunakan taktik marketing yg aneh banget.
Dalam pesta peluncuran God of War 3 oleh Sony pada Yunani, terdapat poly banget makanan dan minuman seperti biasa. Yang mengundang perhatian adalah masih ada bangkai kambing tanpa ketua serta perempuan bertelanjang dada pada mana-mana.
Yap, Sony yang menampilkan kambing yang telah "dikorbankan" menjadi pajangan. Organisasi pecinta fauna pun mengutuk keras tindakan Sony.
3. Splinter Cell

Pada tahun 2010, kepolisian Selandia Baru mendapatkan panggilan darurat dari sebuah bar.
Berdasarkan laporan, masih ada seorang laki-laki yg terluka lengkap menggunakan perbannya & mengacungkan pistolnya pada tengah bar.
Pria tadi terlihat nggak stabil & membahayakan. Eh, ternyata laki-laki tersebut merupakan seseorang aktor yang disewa Ubisoft New Zealand buat mempromosikan game Splinter Cell terbaru waktu itu.
Kebayang nggak, sih, betapa paniknya orang-orang di dalam bar tadi? Game perang Splinter Cell akhirnya masuk berita, tetapi bukan buat hal yang membanggakan.
4. Watch Dogs

Satu lagi game buatan Ubisoft menggunakan strategi marketing yg membahayakan dan relatif bodoh. Peluncuran game Watch Dogs pada Australia sempat membuat gempar satu negara.
Ubisoft mengirimkan sebuah paket misterius ke sebuah kantor berita di Australia. Di dalamnya masih ada sebuah brankas mini dan catatan yg menginstruksikan reporter buat mengecek voicemail.
Sayangnya, reporter yang dituju oleh paket tersebut nggak menggunakan voicemail. Ketika dicoba untuk dibuka, brankas tadi membunyikan alarm yg membuat seisi gedung panik.
Skuad bom polisi pun dipanggil & ditugaskan buat menjinakkan bom tadi. Ketika berhasil terbuka, ternyata isi brankas tadi merupakan kaset game Watch Dogs. Waduh, rancu banget, nih!
lima. Resident Evil 6
Siapa, sih, yang nggak kenal dengan game survival zombie terpopuler pada global satu ini? Mungkin kamu gundah kenapa franchise sebanyak ini sanggup masuk ke pada daftar.
Ceritanya, Capcom menciptakan sebuah toko daging bernama Wesker & Son Resident Evil Human Butchery pada rangka mempromosikan game Resident Evil 6.
Semua daging yang dijual merupakan daging biasa hanya saja dibentuk menyerupai potongan tubuh insan. Meskipun unik, tetapi konsumen malah dalam jijik, geng.
Selain itu, strategi ini dianggap aneh lantaran Albert Wesker dan Jack, anaknya, bukanlah seorang kanibal yang memakan daging manusia.
6. Fallout 76

Fallout 76 mampu dibilang merupakan game terburuk yg pernah dirilis oleh Bethesda. Hal ini dikarenakan Fallout 76 mengusung tema MMO yg nggak sesuai dengan ciri khas franchise ini.
Demi memperbaiki kesalahan mereka, Bethesda merilis Fallout 76 The Power Armor Edition, yakni edisi premium buat para kolektor. Salah satu benda yang dijanjikan adalah Duffel Bag berbahan kanvas.
Tetapi, fans makin kecewa sehabis mereka mendapati duffel bag yg mereka dapatkan cuma berbahan nilon yang harganya nggak seberapa.
Memang jahat, udah bayar mahal tapi dapat barang "murahan"! Tetapi, selang beberapa bulan Bethesda akhirnya meminta maaf & menggantinya menggunakan tas berbahan kanvas, geng.
7. Semua Game dari Acclaim

Acclaim merupakan perusahaan developer game yang berada di kembali game Turok, Burnout dua, Virtua Tenis dua, Shadowman, & lain-lain. Strategi marketing mereka terbilang eksentrik & terbelakang banget.
Acclaim memperlihatkan diri buat membayar hukuman tilang yang didapatkan konsumen akibat kebut-kebutan buat membeli game Burnout pada toko.
Yang lebih gila lagi, Acclaim mengecat burung merpati seperti bola tenis dan melepasnya di kompetisi tenis internasional, Wimbledon.
Masih poly lagi, deh, hal gila lainnya yang pernah dilakukan sang Acclaim buat mempromosikan game mereka. Nggak heran perusahaan ini akhirnya bangkrut dan tutup.
Akhir Kata
Demikian artikel Jaka mengenai 7 game dengan strategi marketing paling bodoh & gak masuk akal yg pernah ada. Bikin kesel aja ya, geng?
Sampai jumpa lagi di artikel menarik Jaka lainnya! Jangan lupa tinggalkan jejak berupa komentar di kolom yang telah Jaka sediakan.
Comments
Post a Comment