7 Film Indonesia yang Diduga Plagiat
Nggak kalah dengan film-film Hollywood yang terdapat pada luar sana, film Indonesia pula memiliki jumlah penggemar yg relatif poly.
Apalagi, ketika ini kualitas film-film produksi tanah air sudah berkembang jauh lebih baik sebagai akibatnya bisa bersaing menggunakan film berdasarkan negara lain.
Namun, sayangnya terdapat beberapa film Indonesia yang diklaim-sebut menjiplak berdasarkan film luar negeri sebagai akibatnya mencoreng nama baik industri perfilman tanah air, geng.
Lalu, film-film apa sajakah itu? Yuk, simak artikel selengkapnya ini dia!
DAFTAR ISI
- Film Indonesia yg Diduga Plagiat
- Dua Garis Biru (2019)
- Ruqyah: The Exorcism (2017)
- Surat Kecil Untuk Tuhan (2017)
- Surat menurut Praha (2016)
- Sunyi (2019)
- Roh Fasik (2019)
- Sabrina (2018)
Film Indonesia yg Diduga Plagiat
Di tengah banyaknya film Indonesia yg sukses hingga ke luar negeri, tetapi film-film berikut ini justru diduga plagiat sang netizen.
1. Dua Garis Biru (2019)

Berhasil sebagai salah satu film Indonesia yang menyedot perhatian warga pada saat perilisannya tahun 2019 kemudian, film Dua Garis Biru nyatanya diduga sudah menjiplak film Korea berjudul Jenny Juno.
Dugaan tersebut didasari pada konten film Dua Garis Biru yang memang mengangkat informasi yg sama yaitu kehamilan remaja pada luar nikah.
Menanggapi hal ini, pengarah adegan film Dua Garis Biru pun menepis warta miring tadi dengan berkata bahwa film Dua Garis Biru adalah film kisah cinta Dara & Bima.
Selain itu, oleh sutradara jua menjelaskan jika topik tentang kehamilan remaja di luar nikah adalah info internasional yang banyak ditemukan pada aneka macam belahan global.
2. Ruqyah: The Exorcism (2017)

Menjadi galat satu film Indonesia yg menuai kontroversi bahkan sebelum perilisannya, film Ruqyah: The Exorcism juga rupanya nggak luput dari tuduhan menjadi film plagiat.
Nggak tanggung-tanggung, netizen bahkan menganggap bila film Ruqyah: The Exorcism ini telah menjiplak dua judul film sekaligus yaitu The Last Exorcism & Munafik.
Bukan tanpa alasan, tuduhan tentang plagiarisme yg dilakukan film ini terhadap film The Last Exorcism sendiri mengacu dalam poster film keduanya yg dipercaya mirip.
Sementara dari segi cerita, film Ruqyah: The Exorcism dipercaya mempunyai jalan cerita yg hampir mirip dengan film Munafik produksi negara Malaysia.
Di mana oleh pemeran utama yang diceritakan telah usang nggak melakukan ruqyah kemudian diminta buat mengusir roh jahat dari tubuh seorang perempuan .
tiga. Surat Kecil Untuk Tuhan (2017)
Dibintangi oleh Bunga Citra Lestari yg sebelumnya pernah bermain pada film My Stupid Boss, Surat Kecil Untuk Tuhan (SKUT) sebagai film berikutnya yang diduga plagiat, geng.
Film ini diduga telah menjiplak jalan cerita dari film berjudul Lion yg masuk dalam nominasi Oscar 2017, termasuk salah satunya untuk kategori film terbaik.
Kedua film ini sendiri sama-sama menyajikan kisah pilu kehidupan anak mini yang kemudian diadopsi oleh sebuah famili.
Menanggapi informasi plagiarisme ini, BCL pun berkata jika film SKUT & Lion memiliki latar belakang cerita yg sangat tidak sama jika dicermati secara keseluruhan.
4. Surat dari Praha (2016)

Berbeda menurut film-film sebelumnya yang diduga menjiplak film produksi luar negeri, film Surat berdasarkan Praha justru diduga sudah menjiplak konten cerita dari sebuah novel karya Yusri Fajar dengan judul sama.
Yusri membicarakan jika pihak Visinema Picture selaku tempat tinggal yang menghasilkan film ini sudah tanpa izin mengutip isi maupun judul novel buat dijadikan sebuah film.
Di sisi lain, Visinema Pictures justru menampik tuduhan tadi menggunakan mengungkapkan bila film buatannya tadi sangatlah berbeda dengan novel milik Yusri.
Lebih lanjut, oleh pengarah adegan pula mengungkapkan jika film Surat menurut Praha ini adalah output riset pribadi dari narasumber yg mereka temui pada Praha.
5. Sunyi (2019)
Sempat dituduh sudah menjiplak jalan cerita berdasarkan film Korea berjudul Whisering Corridors, film horor Indonesia berjudul Sunyi nyatanya memang adalah karya adaptasi berdasarkan film tersebut.
Meskipun merupakan film adaptasi, tapi oleh produser yaitu Manoj Punjabi mengungkapkan bila cerita yg disajikan oleh film ini dijamin lebih menarik menurut kisah aslinya.
Tak hanya itu, film hasil kerjasama MD Pictures menggunakan Pichouse Films ini pula bahkan telah menargetkan distribusi hingga ke 10 negara termasuk Malaysia, Singapura, Thailand, sampai Myanmar.
Film Sunyi sendiri bercerita tentang bullying yang terjadi pada lingkungan sekolah sampai mengakibatkan beberapa siswa di sekolah tadi mangkat .
6. Roh Fasik (2019)

Bukan cuma Ruqyah: The Exorcism saja, film Roh Fasik produksi RA Pictures jua rupanya diduga telah menjiplak film horor Malaysia, Munafik.
Tuduhan yg dilayangkan sang para netizen pada video trailernya tersebut rupanya didasari dalam jalan ceritanya yg sedikit poly seperti menggunakan film Munafik.
Menanggapi tuduhan tersebut, salah satu pemain film Roh Fasik yaitu Volland Humonggio pun menepisnya menggunakan menegaskan bahwa jalan cerita yg diangkat sang film ini sangat berbeda menurut film Munafik.
7. Sabrina (2018)

Merupakan film spin-off menurut The Doll dan The Doll 2, film horor berjudul Sabrina sebagai film terakhir yang diduga sudah melakukan plagiarisme, geng.
Film ini dianggap-sebut mempunyai kemiripan menggunakan film horor Hollywood berjudul The Conjuring yg sempat populer di kalangan para pecinta film.
Hal ini sebenarnya bukan yg pertama kalinya terjadi. Pasalnya, film The Doll jua sempat dituduh mempunyai kemiripan menggunakan film Annabelle.
Akhir Kata
Nah, itulah tadi beberapa film Indonesia yang diduga plagiat karena memiliki cerita yg hampir mirip menggunakan film menurut negara lain, geng.
Kalau dari engkau film-film di atas termasuk kategori plagiarisme nggak, sih, geng? Share pendapat engkau pada kolom komentar bawah, ya!
Comments
Post a Comment