Ada Virus Corona 7 Perusahaan Teknologi ini Melarang Karyawannya Pergi ke China
Dua bulan semenjak tanda-tanda masalah virus corona mulai terlihat pada daerah Wuhan pada China, masalah penyebaran virus ini sepertinya masih jauh berdasarkan istilah terselesaikan, geng.
Berdasarkan update terakhir waktu artikel ini ditulis sang Jaka, telah ada total 170 kematian berdasarkan 7.711 penderita virus corona.
Melihat situasi yang tidak kunjung membaik, mulai banyak perusahaan akbar yg melarang karyawan mereka buat mengunjungi China, meskipun dengan alasan bisnis, geng!
DAFTAR ISI
- Perusahaan Teknologi yg Melarang Perjalanan ke China
- Apple
- Microsoft
- Amazon
- LG
- SK Hynix
7 Perusahaan Teknologi yang Melarang Perjalanan ke China
Di era globalisasi yang kita hidupi sekarang, perjalanan usaha ke luar kota atau bahkan ke luar negeri telah sebagai hal yang masuk akal.
Makanya, kasus penyebaran virus corona yg waktu ini sedang hangat dibicarakan disinyalir dapat menaruh impak yg sangat jelek pada ekonomi global, geng.
Memang kesehatan itu angka satu jadi nggak heran kalau sudah terdapat 7 perusahaan besar yang melarang bepergian ke China buat menjamin kesehatan karyawan mereka.
1. Apple

Meskipun hanya sedikit penduduk China yg menggunakan produk Apple, China permanen dipercaya krusial karena supplier utama Apple memang asal dari China, geng!
Pabrik primer Foxconn,supplier primer Apple, terletak pada China & dikabarkan juga ditutup akibat perkara penyebaran virus corona ini.
Tapi hal ini tidak mencegah Tim Cook, CEO Apple, buat melarang karyawannya berpergian ke China dari laporan berdasarkan The Wall Street Journal.
Apple sendiri telah menyatakan bila mereka sudah memiliki supplier alternatif jadi usaha Apple seharusnya tidak akan terganggu secara drasits, geng.
2. Facebook

Facebook adalah galat satu dari banyaknya layanan berasal Amerika yang dilarang di China daratan dan hanya mampu diakses pada Hong Kong dan Macau, geng.
Tapi, mereka dikabarkan masih mencoba merayu pemerintah China buat biar beroperasi di China yang pula wajib tidak boleh sementara karena perkara virus corona ini.
CNN melaporkan bahwa Facebook sudah melarang bepergian non-esensial ke China bagi karyawannya dari anjuran dari Center for Disease Control and Prevention (CDC).
Selain itu, semua karyawan yg baru-baru ini berpergian ke China diinformasikan buat bekerja menurut tempat tinggal hingga batas saat yg belum ditentukan.
3. Google
Sama nasibnya misalnya Facebook, layanan Google tidak sanggup diakses di China karena perkara sensor tapi Google tetap mempunyai tempat kerja di sana, geng.
Dilansir menurut CNN, Google waktu ini telah menutup semua kantor mereka pada China, termasuk di Hong Kong & Taiwan.
Mereka jua telah mengumumkan bahwa buat sementara, seluruh karyawan Google tidak boleh untuk berpergian ke China dan Hong Kong.
Untuk membantu mengatasi perkara ini, Google sudah menyumbangkan dana 250 ribu dolar Amerika atau sekitar Rp3,4 milyar pada Palang Merah China.
4. Microsoft

Microsoft merupakan keliru satu berdasarkan sedikitnya perusahaan Amerika yg beroperasi di China dan mereka telah mempunyai cabang di sana dari tahun 1992, geng.
Produk buatan Microsoft memang sudah poly yg sebagai bagian kehidupan sehari-hari jadi sulit bagi China untuk sepenuhnya melarang perusahaan yang satu ini.
Tapi, mereka jua nggak tanggal dari virus corona & dilansir menurut Geek Wire, Microsoft 'meliburkan' karyawan mereka hingga lepas 9 Februari 2020.
Selain itu, mereka juga melarang karyawan berdasarkan luar China buat mengunjungi negara tersebut sampai kasus ini sudah terselesaikan.
Mengikuti jejak Google, Microsoft akan menyumbangkan 1 juta yuan atau sekitar Rp1,9 milyar kepada Palang Merah China buat membantu melawan krisis ini, geng.
lima. Amazon

Layanan jual beli online Amazon sudah mangkir dari China sejak pertengahan 2019 akan tetapi Amazon sendiri masih memiliki beberapa layanan di China, geng.
Salah satunya adalah layanan cloud computing Amazon Web Services yang juga terkena pengaruh menurut perkara penyebaran virus corona.
Dilansir berdasarkan CNBC, Amazon sudah melarang semua bepergian ke China, kecuali bersifat krusial & telah disetujui oleh manajemen.
6. LG

Sebagai perusahaan teknologi yang memiliki pabrik di China, LG mungkin adalah keliru satu perusahaan yang paling terpengaruh dengan kasus virus corona.
Perusahaan ini sebagai keliru satu perusahaan pertama yang mencanangkan embargo berpergian ke China misalnya yang dilaporkan sang The Verge.
Untuk urusan yang benar-sahih tidak bisa ditinggalkan, LG mengharuskan karyawan buat meminta biar terlebih dahulu terhadap manajemen senior.
7. SK Hynix

Mungkin banyak berdasarkan kalian yang masih umum menggunakan perusahaan SK Hynix, tetapi produk andalan perusahaan ini terdapat pada pada iPhone yang kalian pakai loh.
Anak berdasarkan perusahaan SK Telecom, provider terbesar pada Korea Selatan, SK Hynix merupakan salah satu penyedia RAM terbesar pada global, termasuk buat HP, geng.
Sayangnya, mereka juga kena imbas perkara penyebaran virus corona karena galat satu pabrik utama mereka yang berlokasi pada China.
Untuk ad interim, SK Hynix telah menganjurkan karyawan mereka buat menjauhi China kecuali buat urusan yg benar-benar tidak bisa ditunda.
Akhir Kata
Itulah, geng, daftar 7 perusahaan teknologi yg melarang bepergian ke China dampak kasus penyebaran virus corona yang nir kunjung berhenti sampai kini .
Meskipun virus corona tergolong 'jinak' dibandingkan virus Ebola, kita permanen wajib waspada atas bahayanya, geng!
Bagaimana dari kalian tentang keputusan perusahaan pada atas? Apakah Indonesia harusnya mengikuti langkah tersebut? Share pada kolom komentar ya!
Comments
Post a Comment