7 Film yang Hanya Terdiri Dari 1 Adegan Panjang Harus Selalu Fokus!
Geng, apakah kalian pernah melihat proses syuting film beneran? Proses syuting itu selain sulit akan tetapi pula aneh karena umumnya tidak mengikuti alur cerita berdasarkan film.
Bisa saja adegan terakhir berdasarkan film itu direkam pertama kali. Untungnya, berkat proses editing, seluruh rabat adegan tersebut sanggup disusun sebagai film koheren.
Tapi, ternyata banyak sineas yg ingin mencoba hal baru pada mana film yang mereka buat hanya terdiri dari satu adegan panjang, geng!
DAFTAR ISI
- Film yang Hanya Terdiri Dari 1 Adegan Panjang
- Rope (1948)
- Timecode (2000)
- Silent House (2012)
- Birdman (2014)
- Nyai (2016)
- One Cut of the Dead (2017)
- 1917 (2019)
7 Film yg Hanya Terdiri Dari 1 Adegan Panjang
Tentunya, kita semua telah mengetahui istilah Action! dan Cut!, 2 kata yg tak jarang digunakan buat mengindikasikan awal dan akhir proses syuting suatu adegan.
Di film yg akan Jaka bahas pada sini, ke 2 kata tersebut seolah-olah dibentuk menghilang lantaran holistik film digambarkan hanya terdiri berdasarkan 1 adegan panjang.
Seiring menggunakan perkembangan teknologi, teknik ini semakin sering poly dipakai seperti pada 7 film yang hanya terdiri dari 1 adegan panjang berikut, geng!
1. Rope (1948)

Sutradara ternama Alfred Hitchcock telah populer atas karya & inovasinya di dunia film & sifat inovatifnya mampu kita lihat pada film thriller Rope.
Selain sebagai film berwarna pertama menurut Hitchcock, film ini jua mengundang perhatian karena berlangsung secara real-time, yg sporadis ditemukan di masa itu.
Singkatnya, seluruh peristiwa yang terdapat di film terjadi dalam kurun waktu yang sama dengan durasi film yang digambarkan seakan-akan terdiri menurut 1 adegan panjang.
Sayangnya, kamera yang ada saat itu hanya mampu merekam adegan sepanjang 10 mnt dan Hitchcock menggunakan trik khusus buat menyamarkan tiap potongan adegan pada film, geng!
dua. Timecode (2000)

Dengan munculnya kamera digital pada global film, banyak sineas yang mulai bereksperimen dengan adegan panjang, seperti pengarah adegan Mike Figgis di film Timecode.
Menceritakan satu hari di sebuah perusahaan produksi film, Figgis menggunakan 4 adegan panjang menurut perspektif yg berbeda sebagai metode penceritaan.
4 adegan tersebut dipertontonkan pada ketika yg bersamaan menggunakan metode split screen yg membuatnya sebagai karya unik di global perfilman.
Selain itu, Figgis nir menyiapkan naskah yg detail buat film ini pada mana dialog yg terjadi di film lebih banyak didominasi adalah output improvisasi, geng!
tiga. Silent House (2012)
Terinspirasi menurut film Rope, pasangam sutradara Chris Kentis & Laura Lau membuat film Silent House yang jua seakan-akan hanya terdiri dari 1 adegan.
Menceritakan perjuangan sebuah gadis yang diserang pada rumah terbengkalai milik keluarganya, film ini banting setir waktu syarat metal gadis tadi terkuak.
Meskipun tampak seperti 1 adegan panjang, film ini sebenarnya terdiri berdasarkan potongan-potongan 12 mnt yg disusun sehingga terlihat nir berhenti sama sekali.
Kentis & Lau menggunakan teknik yg sama menggunakan Hitchcock pada mana potongan dalam film disamarkan sedemikian rupa sebagai akibatnya tidak terlihat oleh penonton, geng.
4. Birdman (2014)

Apakah ada hal yg lebih apik dibandingkan sebuah film yang menyoroti global teater yang juga hanya terdiri berdasarkan 1 adegan panjang?
Hal itulah yg terjadi di film Birdman menurut pengarah adegan Alejandro Inarritu yang menceritakan proses produksi menurut sebuah pentas sandiwara.
Seperti Rope & Silent House, film ini sebenarnya pula terdiri dari beberapa potongan adegan akan tetapi berhasil disihir sedemikian rupa sehingga tampak sangat mulus.
Hal ini pula berkat bisnis sinematografer Emmanuel Lubezki yg memang memiliki kesamaan buat menggunakan adegan panjang di film yang dikerjakan olehnya.
lima. Nyai (2016)

Di Indonesia, mungkin nir terdapat sosok pengarah adegan yang lebih 'nyeni' dibandingkan Garin Nugroho yg karyanya tak jarang sarat dengan elemen unik.
Salah satu karyanya yg paling unik mungkin adalah Nyai yang saking uniknya hingga nir ditayangkan secara komersil.
Menceritakan kisah perjuangan perempuan pribumi pada zaman kolonial Belanda pada tahun 1920-an, film ini direkam secara real-time menggunakan 1 adegan panjang saja, geng!
Menggunakan kamera yg mayoritas bersifat tidak aktif, film Nyai merogoh banyak ilham dari presentasi seni panggung ala teater.
6. One Cut of the Dead (2017)

Kalian yg bosan dengan film zombie yang itu-itu saja wajib merasakan film One Cut of the Dead yg mengambil ide berdasarkan aliran mockumentary.
Film ini menceritakan sebuah kru film yg sedang pada proses syuting film zombie yang secara tidak sengaja wajib melawan ancaman zombie beneran, geng!
Dari idenya yg agak konyol, bisa ditebak jikalau film ini penuh elemen komedi, terutama berdasarkan sosok 'sutradara' di film yang malah girang lantaran invasi zombie tersebut.
Kata one cut di sini diambil menurut adegan pembuka film yg berjalan selama 37 mnt tanpa adanya interupsi yang memberitahuakn perjuangan kru melawan zombie.
Setelah babak pertama usai, film ini berkecimpung ke arah yang sangat tidak disangka yg Jaka nggak tega ceritakan di sini, geng. Jadi kalian pribadi nonton aja ya!
7. 1917 (2019)

Perang itu sangat mengerikan dan kesan itulah yang ditunjukkan sutradara Sam Mendes di film 1917, keliru satu kandidat utama pada ajang Piala Oscar 2020.
Menceritakan kisah 2 tentara Inggris dalam menjalankan sebuah misi krusial, film ini berhasil menampakan kegilaan di Perang Dunia 1 yg sporadis ditunjukkan di film.
Mendes pada sini berkolaborasi dengan sinematografer ternama Roger Deakins buat menciptakan sebuah film yg seakan-akan hanya terdiri menurut 1 adegan panjang saja, geng!
Meskipun film ini tidak mempunyai cerita & karakterisasi yang kompleks, film ini hampir tidak memiliki tandingan menurut segi teknis.
Akhir Kata
Itulah, geng, daftar 7 film yang hanya terdiri dari 1 adegan panjang. Memang konsep 1 adegan panjang tersebut lebih banyak didominasi hanyalah ilusi tapi permanen nggak kalah memukau.
Terutama pada film 1917 yang meskipun melibatkan banyak konvoi, permanen sanggup menjaga penekanan kita terhadap usaha karakter utamanya, geng!
Apakah kalian pernah menonton film pada atas? Bagaimana pendapat kalian tentang teknik adegan panjang yang dipakai pada film? Share di kolom komentar ya!
Comments
Post a Comment