Cara 7 Perusahaan Teknologi Menangkal Hoax Virus Corona Salut!
Wabah virus Corona yang sangat mematikan hingga ketika ini masih sebagai topik pembicaraan hangat pada aneka macam belahan global, termasuk Indonesia.
Bukan hanya informasi krusial yang bisa membantu poly orang, kabar hoax tentang virus Corona pun turut tersebar luas pada lingkungan warga sehingga menyebabkan kecemasan bagi mereka.
Sadar bahwa hal ini dapat meperburuk suasana, beberapa perusahaan teknologi pun akhirnya turun tangan menggunakan melakukan aneka macam macam cara buat menangkal atau setidaknya mengurangi jumlah warta hoax yang disebarkan.
Lalu, perusahaan teknologi apa saja dan bagaimana cara mereka melakukan hal ini? Yuk, cari tahu jawabannya lewat artikel selengkapnya berikut adalah!
DAFTAR ISI
- Cara Berbagai Perusahaan Teknologi Menangkal Hoax Virus Corona
- TikTok
- YouTube
- Snapchat
Cara Berbagai Perusahaan Teknologi Menangkal Hoax Virus Corona
Melihat jumlah hoax yg semakin poly disebarkan di global maya, tentu saja perlu peran pihak yang memiliki wewenang buat setidaknya meminimalisir kondisi ini.
Untungnya, beberapa perusahaan teknologi ini dia punya cara tersendiri dalam menangkal hoax tentang virus Corona.
1. Facebook

Memiliki jumlah pengguna yg nggak sedikit semenjak diluncrukan dalam Februari 2004 kemudian, Facebook rupanya relatif aware buat menyangkal hoax mengenai virus Corona yang tersebar pada media umum miliknya.
Kabarnya, Facebook memakai alat fact-checker untuk me-review dan menekan penyebaran informasi hoax yg dilakukan sang para penggunanya.
Selain itu, nantinya pihak Facebook jua akan memberikan notifikasi pada pengguna yang terdeteksi telah berbagi kabar palsu.
dua. TikTok

Menjadi keliru satu aplikasi media sosial yang tengah terkenal saat ini, tentu kondisi ini sangat mungkin dimanfaatkan sang orang nggak bertanggung jawab untuk berbagi kabar hoax terkait virus Corona.
Untungnya, perusahaan TikTok mempunyai cara tersendiri buat menyangkal penyebaran fakta hoax khususnya yang berkenaan menggunakan virus Corona ini, geng.
TikTok kabarnya telah menambahkan link menuju website resmi World Health Organization (WHO) bagi para pengguna yang mencari konten video terkait virus Corona di aplikasi TikTok.
Selain itu, TikTok juga menyarankan pengguna buat melaporkan segala konten video TikTok yg dipercaya sudah melanggar guidelines & bersifat membahayakan.
3. Twitter

Perusahaan teknologi lainnya yang juga turun tangan buat menekan penyebaran hoax virus Corona adalah Twitter, geng.
Meskipun pihak mereka menjamin bahwa belum ada upaya penyebaran hoax terkait virus Corona pada page media sosialnya, namun Twitter tetap berusaha buat mencegahnya dengan memberikan notifikasi kepada pengguna.
Notifikasi yang muncul pada ketika pengguna melakukan pencarian dengan keyword 'coronavirus' itu berisi himbauan agar pengguna mencari warta seputar virus Corona hanya menurut sumber terpercaya seperti contohnya akun Disease Control and Prevention (CDC).
Sejauh ini, pihak Twitter sendiri mengungkapkan bahwa telah ada lebih dari 15 juta tweet tentang virus Corona hanya dalam kurun waktu empat minggu.
4. YouTube
Menjadi keliru satu platform yg paling tak jarang digunakan buat berbagi hoax, perusahaan YouTube rupanya sudah melakukan langkah antisipasi buat menangani penyebaran liputan hoax virus Corona.
Dilansir dari situs VOX, YouTube kabarnya mulai menampilkan preview artikel fakta berbasis teks yg diiringi menggunakan peringatan bahwa keterangan berkembang menggunakan sangat cepat setiap kali pengguna melakukan pencarian menggunakan keyword 'coronavirus'.
Namun, berdasarkan pantauan Jaka waktu mencoba melakukan pencarian pada situs YouTube memakai keyword tersebut, notifikasi yang dimaksud telah nggak lagi dimunculkan sang YouTube, geng.
Meskipun begitu, tapi konten video YouTube yang timbul paling atas adalah video yang diupload sang channel-channel yg telah terverifikasi & umumnya situs fakta.
5. Reddit

Perusahaan teknologi selanjutnya yang pula turut mengantisipasi penyebaran fakta hoax virus Corona adalah Reddit.
Perusahaan yang bermarkas pada California, Amerika Serikat tersebut terlihat menyelipkan banner pada bagian atas page utamanya yang akan mengarahkan pengguna ke forum diskusi yg membahas pertanyaan seputar virus Corona bernama @AskScience.
Selain itu, Reddit juga kabarnya telah "mengkarantina" salah satu komunitas penggunanya yg bernama @Wuhan_Flu lantaran kabar yang diberikan pada dalamnya dievaluasi sudah menyesatkan.
Sebagai galat satu platform diskusi yg mempunyai jangkauan pengguna sangat luas, Reddit sendiri memang memiliki kemungkinan yg sangat besar buat disalahgunakan sebagai tempat penyebaran liputan hoax.
6. Snapchat

Nggak misalnya perusahaan-perusahaan teknologi sebelumnya yg secara khusus melakukan langkah antisipasi tambahan untuk menangani keterangan hoax virus Corona, perusahaan Snpachat justru menduga jikalau struktur sistemnya sudah relatif aman buat menangani hal itu.
Snapchat sendiri memang mempunyai struktur di mana setiap postingan yang diupload sang pengguna akan menghilang dengan sendirinya sesudah 24 jam.
Dengan memakai struktur sistem tadi, mereka menduga bahwa hal itu bisa mencegah konten video yang diupload sang pengguna sebagai viral.
Selain itu, platform Snapchat jua memang nggak mempunyai newsfeed publik apapun sebagai akibatnya kemungkinan untuk fakta hoax beredar luas pun sangat kecil.
7. Google

Perusahaan teknologi terakhir yang pula berkontribusi buat menangani penyebaran fakta hoax virus Corona adalah Google.
Perusahaan yg dipimpin sang Sundar Pichai ini menentukan untuk menempatkan situs organisasi terpercaya, WHO, pada urutan paling atas waktu pengguna melakukan pencarian dengan keyword 'coronavirus'.
WHO sendiri memang merupakan sumber yang paling terpercaya & terupdate pada menaruh fakta seputar penyebaran virus Corona ataupun tips-tips untuk mencegah penularan.
Akhir Kata
Nah, itulah tadi berbagai cara yg dilakukan sang perusahaan teknologi pada upaya buat menekan penyebaran berita hoax terkait virus Corona pada situs mereka masing-masing.
Meskipun masih belum benar-sahih mampu membershikan warta hoax mengenai virus Corona, namun bisnis yang sudah dilakukan oleh sejumlah perusahaan teknologi pada atas patut diacungi jempol, geng.
Kalau berdasarkan engkau gimana?
Comments
Post a Comment