7 Startup Besar yang Masih Bakar Duit Bisa Bertahan Gak Ya?

Dunia startup itu nggak semenjajikan misalnya yg ditinjau di media, geng! Di sini Jaka akan membahas 7 startup akbar yg masih bakar duit.

Di jaman kini , mungkin nggak terdapat komoditi yg lebih 'panas' dibandingkan budaya startup, terutama yg fokusnya pada bidang teknologi.

Pencari kerja pasti poly banget yang mau kerja di startup & yang telah bekerja acapkali kelewat bangga memasukkan posisi mereka di startup di akun LinkedIn mereka.

Padahal, kerja pada startup itu ibaratnya berada di bawah bom saat karena dominan menurut mereka nggak mempunyai prospek jangka panjang yg menjajikan, geng!

DAFTAR ISI

  • Starup Besar yang Masih Bakar Duit
    • Uber
    • WeWork
    • Sea Group
    • AirBnB
    • OVO
    • Go-Jek
    • Traveloka

7 Starup Besar yg Masih Bakar Duit

Mereka nggak secara harfiah bakar duit ala Joker versi Heath Ledger, akan tetapi istilah tadi digunakan buat perusahaan yg sampai sekarang belum membuat keuntungan.

Intinya, poly startup kini yang mampu beroperasi hanya berkat sumbangan menurut para investor menggunakan iming-iming bisa balik keuntungan pada saat dekat.

Dunia startup sendiri biasa bersilat pengecap dengan mengutamakan growth pada atas profitability akan tetapi ini seringkali cuma taktik berdalih doang, geng!

Nah, di sini Jaka akan membahas perusahaan seperti itu pada daftar 7 startup akbar yg masih bakar duit. Apakah mereka akan bangkrut, geng?

1. Uber

Uber F9c06

Sejak didirikan pada tahun 2009, pelaksanaan taksi online Uber sudah berhasil merombak cara kita berpergian, terutama di wilayah menggunakan infrastruktur buruk misalnya di Indonesia.

Meskipun sudah dihargai kurang lebih 69 milyar dolar Amerika atau lebih kurang Rp944 triliun, Uber sampai kini masih belum mampu membuat keuntungan loh.

Dikutip berdasarkan CNET, Uber mendapat kerugian total sebanyak 8,5 milyar dolar Amerika atau lebih kurang Rp116 triliun di tahun 2019 saja, geng!

CEO Dara Khosrowshahi menyatakan bila beliau menargetkan Uber akan mulai mendapat keuntungan pada akhir tahun 2020 tapi masih nggak kentara bagaimana caranya.

dua. WeWork

WeWork 406b4

Satu lagi tren yg kini poly muncul di global profesional adalah tren coworking space yg diawali sang perusahaan WeWork pada 2010.

Sayangnya, model bisnis ini juga telah terbukti nggak wajar lantaran hingga kini , WeWork jua masih belum bisa membuat keuntungan sepeserpun, geng!

Dikutip berdasarkan Stasista, WeWork menerima kerugian total sebanyak 1,94 milyar dolar Amerika atau lebih kurang Rp26 triliun di 9 bulan pertama di tahun 2019.

Bahkan, startup yg satu ini hampir saja bangkrut sebelum akhirnya diselamatkan sang investor utama mereka, perusahaan konglomerat Jepang, SoftBank.

3. Sea Group

Sea Group 54935

Mungkin banyak dari kalian yg nggak kenal menggunakan nama startup yg satu ini akan tetapi Sea Group adalah perusahaan primer dari Garena & Shopee, geng!

Sea Group ini sendiri berada dalam situasi unik karena meskipun Garena telah mulai merogoh keuntungan, situs jual beli Shopee masih kebanyakan bakar duit.

Dikutip berdasarkan Business Wire, Sea Group mendapat kerugian total sebesar 1,17 milyar dolar Amerika atau sekitar Rp16 triliun di 9 bulan pertama pada tahun 2019.

Meskipun game battle royale Free Fire sudah berhasil menuai sukses, keuntungan game tadi masih nggak mampu menutup kerugian berdasarkan Shopee, geng.

4. AirBnB

AirBnB 16d7f

Jaka langsung sudah pernah beberapa kali menggunakan AirBnB karena menciptakan Jaka sanggup mencicipi punya rumah sendiri waktu sedang bertamasya, geng.

Uniknya, meskipun AirBnB mempunyai model bisnis menggunakan kapital yang nisbi kecil, mereka jua hingga ketika ini masih belum bisa menghasilkan keuntungan.

Dikutip berdasarkan The Information, AirBnB mendapat kerugian total sebanyak 306 juta dolar Amerika atau lebih kurang Rp4,1 triliun di 3 bulan pertama pada tahun 2019.

Dikarenakan status AirBnB sebagai perusahaan tertutup, warta keuangan mereka nggak tersedia secara detail tapi laporan pada atas tetap mengkhawatirkan, geng.

5. OVO

OVO 47bea

Promo cashback dari aplikasi dompet digital OVO telah sebagai favorit konsumen akan tetapi memang nggak lumrah pada jangka panjang, geng!

Masalah ini akhirnya terkuak di ranah publik sesudah Lippo Group memutuskan melepas mayoritas saham mereka dari perusahaan startup yg satu ini.

Dilansir berdasarkan CNBC Indonesia, pendiri Lippo Group, Mochtar Riady menyatakan jika mereka tidak kuat menopang contoh usaha OVO yg nggak wajar.

Disinyalir bahwa OVO menghabiskan 50 juta dolar Amerika atau kurang lebih Rp684 miliar tiap bulannya buat promo misalnya cashback pada bisnis mereka menggaet konsumen.

6. Go-Jek

GoJek 36f7e

Mengikuti kesuksesan Uber di Amerika, Nadiem Makarim yg waktu ini sudah menjabat sebagai Menteri Pendidikan & Kebudayaan mendirikan Go-Jek pada tahun 2011.

Dikarenakan sistem transportasi umum Indonesia yg waktu itu masih bobrok, pelaksanaan ojek online ini langsung sebagai langganan kaum kelas menengah ke bawah, geng.

Sayangnya, dilansir menurut Reuters, Nadiem sendiri sudah menyatakan jikalau Go-Jek hingga sekarang jua masih dalam tahap bakar duit.

Tapi, mereka telah belajar menurut Uber & mulai menyediakan layanan lain seperti layanan antar kuliner Go-Food yg kabarnya sudah hampir membuat laba, geng.

Kompetitor primer mereka, Grab, jua memiliki taktik yang sama di mana layanan GrabFood sudah mulai menutup kerugian yang didapatkan sang layanan ojek online mereka.

7. Traveloka

Traveloka 2b7f7

Kehadiran pelaksanaan pesan tiket pesawat misalnya Traveloka memang sudah misalnya bingkisan bagi kita yg mempunyai budget sangat terbatas buat liburan, geng.

Tapi, misalnya yg dapat ditebak, frekuensi & besarnya promo seperti ini pula bukan strategi yang sehat untuk keberlangsungan usaha Traveloka.

Di wawancara menggunakan Nikkei Asian Review, manajamen senior Henry Hendrawan menyatakan bila mereka masih berada pada growth mode, kode lain buat bakar duit.

Mereka pula nggak tanggung-tanggung dalam bakar duit karena di akhir tahun 2018, Traveloka menghabiskan ratusan miliar buat mencaplok kompetitor mereka, Pegipegi.

Akhir Kata

Itulah, geng, daftar 7 startup akbar yang masih bakar duit sampai sekarang. Sebenarnya, banyak startup lain yg nggak sempat Jaka tambahkan di sini.

Sebagai contoh, situs jual beli online Tokopedia dan Bukalapak jua sekarang masih berada pada situasi yg sama tanpa adanya titik terang pada masa depan.

Makanya, kalian jangan terlalu terpesona menggunakan startup misalnya ini lantaran prospek mereka pula nggak semuanya menjajikan, geng!

Apakah kalian terdapat yang memiliki virtual bekerja di startup? Bagaimana pendapat kalian sesudah membaca artikel ini? Share pada kolom komentar ya!

Cara Investor Dapat Cuan, Meski Startup Masih Rugi #TIAExplainer

Comments

Popular posts from this blog

7 Kartu Pokemon yang Paling Overpowered Menang Dalam Sekejap!

7 Karakter Cowok Anime yang Dicintai Banyak Wanita Harem Tingkat Dewa!

7 Desain Ulang Kostum Superhero yang Paling Ikonik Hulk Dulunya Warna Abu-Abu!